TK Darmawanita Padang Cermin Keluhkan Menu MBG, Hanya Roti dan Jeruk

Pendidikan339 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Wali Murid sekolah TK Darmawanita yang berada di Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengeluhkan menu dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dinilai tidak sesuai dengan standar gizi bagi anak-anak. Keluhan tersebut disampaikan kepada awak media pada Selasa,  (10/03/2026).

Menurut narasumber dari pihak sekolah, makanan yang disajikan kepada para siswa hanya berupa roti dan jeruk. Menu tersebut dinilai tidak mencerminkan makanan bergizi seimbang sebagaimana yang diharapkan dalam program MBG.

“Yang disajikan hanya roti dan jeruk. Menurut kami itu tidak sesuai dengan menu gizi untuk anak-anak,” ujar narasumber kepada awak media di Desa Padang Cermin.

Selain itu, pihak sekolah juga mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan penyelenggara MBG ketika ingin menyampaikan keluhan. Kepala sekolah disebut telah mencoba menghubungi pihak MBG untuk meminta klarifikasi, namun hingga kini belum mendapatkan respons.

“Kepala sekolah sudah mencoba menelepon pihak MBG, tapi tidak ada respon. Kalau ada komplain seperti ini seharusnya bisa dihubungi,” tambahnya.

Ditempat lain juga warga yang melihat menu tersebut menyampaikan kepada awak media. ” Isinya roti di kasi ciken secuil sama saos sama daun  selada satu,” katanya.

Narasumber juga menyebut bahwa pihak MBG menyampaikan menu yang diberikan merupakan burger. Namun menurut mereka, makanan yang diterima siswa tidak menyerupai burger sebagaimana mestinya.

“Menurut mereka itu burger, tapi yang diterima tidak seperti burger,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap adanya evaluasi dari penyelenggara program MBG agar menu yang diberikan benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak.

“Kami berharap ada pembenahan terkait gizi anak-anak,” kata narasumber.

Sementara itu, saat awak media mencoba meninjau lokasi MBG, tidak ada pihak pengelola yang berada di tempat. Awak media hanya disambut oleh petugas keamanan (security) yang berada di lokasi.

Berdasarkan informasi dari pihak MBG, menu pada hari itu sebenarnya bukan roti melainkan burger.

“Kalau pimpinan jarang pegang HP, paling aktif pada malam hari,” ujarnya pada pukul 14.30 WIB.

Pihak sekolah juga berharap instansi atau pihak terkait dapat meninjau langsung ke sekolah serta menanyakan langsung kepada pihak sekolah maupun wali murid mengenai menu yang diterima oleh anak-anak.

Dengan adanya persoalan tersebut, diharapkan program MBG dapat dievaluasi dan diperbaiki sehingga tujuan utama program, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, dapat benar-benar terlaksana dengan baik.(Asen/Red/PI).

Loading