PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Komunitas OP (Ojol Peduli) Jakarta Timur menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung selama empat hari di sekitar lampu merah kawasan Buaran, Jakarta Timur.
Penggalangan dana ini melibatkan para pengemudi ojek online yang secara sukarela turun ke jalan. Kegiatan tersebut juga didukung oleh sejumlah donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Para donatur memberikan kontribusi berupa dana dan logistik untuk mendukung rekan-rekan ojol yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Dari hasil penggalangan dana selama empat hari, terkumpul dana sebesar Rp9.000.000. Dana tersebut telah didistribusikan kepada warga terdampak bencana di Desa Seumadam, Kecamatan Aceh Tamiang, Sumatra.

Koordinator aksi, Wahyu, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan panggilan hati nurani para pengemudi ojol terhadap sesama.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah. Hati nurani kami tersentuh melihat penderitaan yang mereka alami. Walaupun kondisi kami sendiri saat ini tidak sedang baik-baik saja, kami tetap turun ke jalan untuk membantu penggalangan dana,” ujar Wahyu.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang melintas serta warga sekitar wilayah Buaran. Banyak pengendara yang turut memberikan sumbangan dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pengemudi ojol.
Berdasarkan laporan resmi yang diterima, skala bencana banjir dan longsor di Sumatra tergolong besar. Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat:
- 995 orang meninggal dunia
- 226 orang dinyatakan hilang
- 5.400 orang mengalami luka-luka
- 884.889 jiwa terpaksa mengungsi.
Selain itu, kerusakan fasilitas publik juga cukup signifikan, meliputi:
- 1.200 fasilitas umum
- 219 fasilitas kesehatan
- 581 fasilitas pendidikan.
Dalam pernyataan terpisah, seorang pengendara yang diwawancarai wartawan Patra Indonesia di lokasi aksi menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap keselamatan dan pelayanan bagi warga terdampak bencana.
“Pemerintah harus lebih memfokuskan pelayanan dan keselamatan bagi warga yang tertimpa musibah. Bencana ini bukan sepenuhnya karena faktor alam, ada indikasi eksploitasi alam berlebihan yang harus ditelusuri dan ditindak secara serius,” ujarnya.
Diharapkan bencana ini dapat segera teratasi dan semakin banyak pihak, baik masyarakat maupun lembaga, yang tergerak untuk memberikan bantuan demi meringankan beban para korban. (Erica/Red/PI).
![]()

