I Putu Murdiana: Pejabat Baru Harus Perkuat Pengamanan Lapas 

Daerah151 Dilihat

 

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan resmi melantik 31 pejabat manajerial, Senin (22/9). Dari jumlah tersebut, dua jabatan strategis yang berganti yakni Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya dan Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun.

Hisam Wibowo dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Palangka Raya, menggantikan pejabat sebelumnya. Sementara itu, Dawat ditetapkan sebagai Kalapas Kelas IIB Pangkalan Bun. Keduanya sebelumnya bertugas sebagai Kalapas di luar Kalimantan Tengah.

Selain dua posisi Kalapas, Muh. Alamsyah Rahman juga dilantik sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Palangka Raya.

Kepala Kanwil Ditjen PAS Kalteng, I Putu Murdiana, menegaskan pelantikan ini bukan hanya seremonial, melainkan momentum memperkuat pengelolaan pemasyarakatan di daerah. “Saya berharap pejabat yang baru dapat lebih meningkatkan kinerjanya. Mereka wajib membangun koordinasi dan sinergi dengan aparat pengamanan setempat,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan pemasyarakatan kian kompleks sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, kolaboratif, dan responsif. “Jabatan ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tunjukkan kinerja terbaik,” tambahnya.

Hisam Wibowo Fokus Pemetaan dan Konsolidasi

Usai resmi dilantik, Hisam Wibowo menyampaikan langkah awal yang akan ditempuh di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. “Langkah pertama adalah pemetaan dan konsolidasi internal untuk mengetahui kondisi nyata di lapas. Setelah itu baru kami merumuskan langkah-langkah strategis,” ujarnya, Rabu (1/10).

Ia memperkirakan butuh waktu satu hingga dua minggu untuk menyelesaikan pemetaan awal. “Saya akan turun langsung ke lapangan. Tanpa memahami masalah secara menyeluruh, mustahil menyelesaikannya dengan baik,” katanya.

Integritas Jadi Prioritas

Hisam menegaskan salah satu prioritasnya adalah menjaga integritas petugas. “Sebagai pimpinan, saya bersama Kepala Pengamanan Lapas harus menjadi role model. Pimpinan harus memberi teladan sehingga perilaku anggota di lapangan terjaga,” tegasnya.

Perkuat Sinergi Eksternal

Selain fokus internal, Hisam juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan. “Kami akan menjalin kerja sama dengan BNN, Kodim, serta aparat terkait lainnya. Kami tidak bisa bekerja sendiri; dukungan stakeholder mutlak diperlukan,” katanya.

Terkait penanganan warga binaan bermasalah, ia memastikan setiap langkah akan melalui mekanisme asesmen dan koordinasi dengan pimpinan. “Mutasi atau pemindahan tidak bisa serta-merta. Harus melalui asesmen agar tidak menimbulkan masalah baru,” jelasnya.

Libatkan Media

Hisam juga membuka ruang dialog dengan media. “Media sering melihat hal yang tidak tampak oleh kami. Masukan itu sangat berharga dan akan kami tindaklanjuti. Yang penting konfirmasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan,” ujarnya.

Pelantikan dan arahan awal ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi di Lapas Kelas IIA Palangka Raya demi peningkatan pelayanan, pengamanan, dan pembinaan yang berkelanjutan. (*)

Loading