PATRAINDONESIA.COM- PEMALANG- Dinamika internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pemalang tengah menjadi sorotan setelah beredar kabar adanya pergantian Ketua DPD secara sepihak. Keputusan tersebut memicu kekecewaan sejumlah kader yang menilai langkah itu tidak sejalan dengan semangat solidaritas yang kerap digaungkan partai.
Bermula dari Surat DPW PSI Jateng
Kisruh ini mencuat setelah DPW PSI Jawa Tengah mengirim surat bernomor 209/B/DPW-XIV/2025 kepada Ketua DPD PSI Pemalang, Mukhsinin. Surat itu berisi undangan “Rapat Koordinasi Calon Ketua DPD Partai.”
BACA JUGA :
PSI Soroti Kenaikan Tarif Air PAM Jaya: Penghuni Apartemen Bisa Tekor!
Badan Pemenangan Pemilu DPD PSI Pemalang, Leni, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, surat itu hanya ditujukan kepada ketua tanpa koordinasi dengan pengurus lain. Ia juga menilai, dalam rapat tersebut sudah disiapkan calon pengganti Ketua DPD Pemalang, sehingga proses dianggap tidak transparan.
“Kami merasa ini bertentangan dengan semangat solidaritas yang selama ini digaungkan,” ujar Leni.
Ketua DPD Merasa Tidak Diberi Penjelasan
Mukhsinin, Ketua DPD PSI Pemalang, mengaku telah berupaya meminta penjelasan mengenai alasan pergantian dirinya. Namun, jawaban yang diterima dari Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo, justru singkat: “Tidak ada masalah, ini instruksi.”
BACA JUGA :
Dari Surabaya ke Pemalang, Firman Berjuang Selamatkan Anisa Penderita Tumor Ganas
Mukhsinin mengungkapkan, dirinya bersama pengurus telah membesarkan PSI Pemalang sejak 2023 dengan membentuk struktur DPC hingga ranting. Bahkan, pihaknya mengklaim ikut berkontribusi dalam memenangkan Pilkada Pemalang bersama koalisi partai lain.
Nama Eks Kader PDI-P Muncul
Kekecewaan semakin besar ketika nama Sudarsono, yang disebut sebagai eks kader PDI-P, muncul sebagai calon pengganti Mukhsinin. Sejumlah kader menilai penunjukan ini tidak sesuai dengan proses kaderisasi yang selama ini dijalankan di Pemalang.
“Bagi kami, kepemimpinan Mukhsinin sudah transparan, termasuk dalam hal keuangan partai. Tapi tiba-tiba ada keputusan sepihak untuk menggantinya,” kata Agung, Sekretaris DPD PSI Pemalang.
WA Lebih Dulu, Surat Belakangan
Agung juga menyoroti kejanggalan lain. Menurutnya, Sudarsono lebih dulu mengirim pesan WhatsApp pada 19 Agustus 2025 yang menyebut dirinya akan menggantikan posisi Ketua DPD PSI Pemalang. Padahal, surat resmi dari DPW baru dikeluarkan pada 25 Agustus 2025.
“Bagaimana bisa disebut terbuka kalau keputusan sudah ditetapkan lebih dulu sebelum surat resmi turun?” ucap Agung.
Dinamika Internal PSI
Sejumlah pengurus DPD PSI Pemalang menilai langkah DPW PSI Jateng ini bertolak belakang dengan nilai solidaritas yang diusung partai. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari DPW PSI Jawa Tengah mengenai alasan pergantian tersebut.
![]()







