PATRAINDONESIA-KUTAI-Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) baru-baru ini merilis hasil survei terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan hasil yang mengejutkan.
Pasangan calon Dendi Suryadi dan Alif Turiadi meraih elektabilitas tertinggi, mengungguli pasangan petahana dan kandidat independen.
Survei LKPI ini dilakukan antara 27 September hingga 9 Oktober 2024, dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling yang dinilai mampu menghasilkan data representatif.
Menurut Direktur LKPI, Togu Lubis, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan 1.400 responden yang tersebar di 18 kecamatan di Kukar.
“Kuesioner yang kami susun mengandung pertanyaan-pertanyaan krusial terkait preferensi masyarakat terhadap kandidat Pilkada,” ujar Togu pada Sabtu (12/10/2024).
Dendi-Alif Dominasi Elektabilitas
Hasil survei menunjukkan pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi memimpin dengan elektabilitas 60,8%, jauh melampaui pasangan petahana Edi Damansyah dan Rendi Solihin yang hanya meraih 31,4%.
Pasangan independen Awang Yacoub Luthman dan Ahmad Zais berada di posisi terbawah dengan elektabilitas 3,1%. Sebanyak 4,7% responden menyatakan tidak memilih.
Togu menjelaskan, tingginya elektabilitas Dendi-Alif didorong oleh tingkat kesukaan publik terhadap mereka yang mencapai 78,8%, dibandingkan dengan pasangan petahana yang hanya memperoleh 51,9%.
“Kesukaan yang tinggi ini menunjukkan bahwa Dendi-Alif dilihat sebagai kandidat yang membawa harapan baru bagi masyarakat Kukar,” tambahnya.
Petahana Terancam
Kinerja Edi Damansyah, yang telah menjabat sebagai Bupati selama dua periode, tampaknya tidak berhasil memuaskan masyarakat.
Hanya 28,2% responden yang menyatakan puas dengan kinerjanya, sementara 71,8% lainnya mengaku tidak puas, khususnya dalam sektor pertanian.
Sebagian besar petani mengeluhkan kurangnya pembangunan infrastruktur, sulitnya akses terhadap pupuk, dan distribusi air bersih yang masih minim.
Lebih lanjut, 69,7% responden menyatakan kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk peralatan pertanian, yang berdampak pada rendahnya produktivitas mereka. Masalah ini semakin memperburuk citra pasangan petahana di mata masyarakat.
Peran Media Sosial dalam Pemilihan
Hasil survei juga mengungkap peran penting media sosial dalam mempengaruhi pilihan pemilih.
Sebanyak 74,6% responden menyebut media sosial sebagai sumber informasi utama dalam menentukan pilihan, diikuti oleh percakapan dengan teman dan keluarga (71,6%).
Analisis Pengamat Politik
Pengamat politik Nahdlatul Ulama, Rikal Dikri, menyatakan bahwa hasil survei ini menandakan kelemahan serius bagi pasangan petahana.
“Elektabilitas petahana di bawah 55% dari pemilih yang mengenal mereka, serta kepuasan kinerja yang rendah di bawah 30%, menjadi indikator kuat bahwa mereka berpotensi dikalahkan,” jelas Rikal.
Menurut Rikal, kurang dari 35% pemilih ingin melihat Edi Damansyah dan Rendi Solihin kembali menjabat, yang menunjukkan tantangan berat bagi pasangan ini dalam mempertahankan posisinya di Pilkada Kukar 2024.
Dengan margin of error sebesar ±2,62% dan tingkat kepercayaan 95%, survei ini memberikan gambaran akurat tentang dinamika politik di Kukar menjelang Pilkada.
Tingginya elektabilitas dan kesukaan terhadap pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi mencerminkan keinginan masyarakat akan perubahan kepemimpinan yang lebih inovatif dan solutif, terutama dalam mengatasi tantangan di sektor pertanian dan infrastruktur.
Hasil ini menunjukkan bahwa pasangan Dendi-Alif memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada Kukar, sementara pasangan petahana harus menghadapi tantangan besar dalam upaya mempertahankan dukungan publik.
![]()

