Tradisi Halal Bihalal di Lenteng Agung Jadi Ajang Pelestarian Seni dan Silaturahmi 

Budaya215 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Jakarta)- Dalam suasana penuh kebersamaan pasca Idul Fitri 1447 H, Sanggar Seni Budaya Betawi Maen Pukul Gombel menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang berlangsung meriah di kediaman Ketua RW 02 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu malam (28/3/2026).

Acara yang berlokasi di Jalan Langga Raya RT 011 RW 02, Lenteng Agung, Jagakarsa ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh seni budaya, tokoh agama, hingga warga sekitar dari berbagai usia dan profesi.

Ketua RW 02 Lenteng Agung, bapak Kolonel TNI (AU) H. Irvan Harsandy, S.T., M.Si (Han), M.I.Pol, menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal tahun ini berlangsung meriah dan menjadi agenda tahunan yang penting dalam menjaga silaturahmi, khususnya bagi umat Islam di DKI Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

Ia menegaskan bahwa halal bihalal memiliki banyak manfaat, di antaranya mempererat hubungan antar generasi baik antara yang muda dengan yang tua, anak dengan orang tua, maupun antar saudara hingga memperkuat hubungan antara masyarakat dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah.

Menurut Irvan, kegiatan ini juga memiliki makna penting bagi pelaku seni dan budaya. Ia menilai bahwa esensi seni budaya terletak pada penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi yang diwariskan kepada generasi muda tidak akan bertahan tanpa adanya silaturahmi dan penghormatan kepada para tokoh serta pendiri seni budaya. Momentum halal bihalal menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian tersebut,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang sosial. Halal bihalal menjadi momen istimewa untuk memperkuat kembali nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keagamaan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai kebaikan yang terbangun selama Idul Fitri dapat terus terjaga dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

(Haryansyah/Red/Pi)

Loading