Bedah Rumah Tak Tuntas, 10 Warga Pesawaran Terdampak

Daerah253 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Program bedah rumah di Desa Dantar, Kabupaten Pesawaran, diduga masih mangkrak meski Hari Raya Idulfitri 1447 H telah berlalu. Sejumlah penerima manfaat mengaku hingga kini belum dapat menempati rumah layak, bahkan ada yang terpaksa tidur di dapur.

Salah satu penerima, Mursini, menyampaikan bahwa kondisi rumahnya belum juga rampung karena material penting tak kunjung datang.

“Saya masih tidur di lantai yang belum di semen, Dulu sempat dijelaskan oleh Wahyu, namun saat ini nomornya tidak dapat dihubungi,” kata Mursini kepada awak media, Senin (30/3/2026).

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/program-bedah-rumah-di-desa-dantar-diduga-mangkrak-sepuluh-lenerima-manfaat-terancam-lebaran-di-luar-rumah/

Wahyu diketahui merupakan rekanan pihak ketiga dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pesawaran yang menangani program tersebut dan Wahyu diduga telah menggunakan dana tersebut diluar program tersebut.

Menurut Mursini, material seperti kayu, semen tambahan, dan batu split yang sebelumnya dijanjikan hingga kini belum terealisasi. Keluhan serupa juga datang dari warga lain.

Menurut Toni warga Dantar, salah satu warga yang bernama Jasim, warga RT 01 RW 02, rumahnya belum memasuki tahap pemasangan atap.

“Rumah Jasmin lebih memprihatikan, Genteng (atap) belum naik sampai sekarang, dan para pekerja sudah tidak ada di lokasi,” ujarnya.

Program bedah rumah ini menyasar 10 penerima manfaat. Setiap warga disebut mendapatkan alokasi dana sebesar Rp20 juta. Namun, dana yang diterima hanya sekitar Rp17,6 juta setelah dipotong pajak. Di lapangan, warga mengaku nilai riil pembangunan bahkan tidak mencapai angka tersebut.

“Yang benar-benar digunakan tidak lebih dari Rp14 juta,” ungkap salah satu penerima.

Permasalahan juga mencuat dari sisi penyedia material. Toko bangunan milik Iwan disebut belum menerima pembayaran penuh oleh rekanan, sehingga sejumlah bahan bangunan belum dikirim.

Sebelumnya, Mursini mengaku telah menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran saat kegiatan Safari Ramadhan yang dihadiri Bupati. Namun hingga kini, belum ada penyelesaian konkret.

Mursini juga menjelaskan bahwa Indra dari tim survei sempat menghubungi anaknya untuk menampung keluhan terkait kekurangan material. Namun Mursini menilai hingga kini belum ada tindak lanjut nyata di lapangan.

Kondisi ini memicu keprihatinan, karena program yang ditujukan untuk membantu masyarakat justru menyisakan persoalan baru.

Diharapkan ada penyelesaian program bedah 10 rumah di desa Dantar dengan baik dan jika adanya penyalahgunaan anggaran dana dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Dinas Perkim Kabupaten Pesawaran maupun rekanan terkait belum memberikan keterangan resmi mesti sudah dihubungi dan diharapkan pihak terkait mengupayakan penyelesaian program bedah rumah secara keseluruhan.(Asen/Red/PI).

Loading