Program Gerakan Ayah Mengambil Raport Anak Berjalan Sukses

Pendidikan474 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Nanga Bulik)-Program ayah mengambil raport yang diberlakukan diseluruh Indonesia berlangsung dengan sukses di SDN Nanga Bulik 1 yang merupakan sekolah dasar tertua di kota Nanga Bulik ibukota kabupaten Lamandau.

Program ini menurut Kepala SDN Nanga Bulik 1 Chaterin Tri W. S.PdSD kegiatan dilakukan berdasarkan surat edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 14 tahun 2025 tentang gerakan ayah mengambil raport anak ke sekolah dan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau tentang gerakan Ayah Mengambil Raport nomor 421.2/447/P.SMP/XII/2025.

Dikatakan Chatarina Tri, gerakan ini mendapat sambutan sangat positif dari orangtua wali murid. Terbukti dengan hampir 90 persen orangtua atau wali yang datang adalah bapak-bapak. Bahkan ada satu atau dua kelas dimana yang mengambil raport murid adalah bapak-bapak, padahal dari keadaan yang lalu biasanya orangtua laki-laki yang datang mengambil raport murid tidak pernah mencapai 50 persen bahkan jumlahnya boleh dikatakan sangat sedikit.

Dilanjutkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Nanga Bulik ini juga,  gerakan ayah mengambil raport anak ini oleh sekolah dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan saling berbagi dan menanamkan rasa saling pengertian antara sekolah dan orangtua. Terutama ayah sebagai pengambil keputusan dalam keluarga juga saling memahami dan sama-sama mencari jalan keluar terbaik jika ada permasalahan atau hal-hal yang menjadi kendala dalam proses belajar mengajar anak murid.

Salah seorang orangtua murid kelas enam Alvin yang ditemui media ini mengatakan, kegiatan ayah mengambil raport ini sangat bagus. Tujuannya supaya ayah sebagai kepala keluarga mengetahui perkembangan anak secara langsung dari bapak ibu guru. Juga bisa mengetahui jika ada permasalahan anak di sekolah. Ia juga berharap, di masa-masa yang akan datang kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan lagi sehingga akan ada hubungan yang semakin baik antara sekolah dan keluarga.

(Rudiansyah. G. Kating/Red/PI)

Loading