Perselisihan di PT Asia Palm Oleo Jaya Resmi Selesai melalui Perjanjian Bersama

Patra News1948 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Setelah berlangsungnya rangkaian aksi unjuk rasa pekerja sejak 10 hingga 13 November 2025, perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT Asia Palm Oleo Jaya (APOJ) dan perwakilan pekerja akhirnya mencapai titik penyelesaian.

Kedua pihak sepakat menandatangani Perjanjian Bersama sebagai solusi resmi yang disetujui secara musyawarah.

Aksi yang digelar di depan pabrik PT APOJ, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara, tersebut merupakan respons atas sejumlah tuntutan pekerja terkait status hubungan kerja, pengembalian pekerja yang ter-PHK, hingga penegakan kesepakatan hasil perundingan sebelumnya.

Setelah serangkaian dialog dan mediasi, perwakilan serikat dan manajemen menyepakati beberapa poin penting dalam Perjanjian Bersama, termasuk:

  1. Pengembalian sembilan pekerja yang hubungan kerjanya berakhir,
  2. Pengangkatan pekerja secara bertahap menjadi karyawan tetap sesuai masa kerja,
  3. Komitmen untuk tidak melakukan tindakan diskriminatif atau intimidatif,
  4. Penyelesaian kelengkapan administrasi dan legalitas pekerja sesuai aturan yang berlaku.
  5. Kesepakatan tersebut menjadi dasar dihentikannya aksi unjuk rasa pada 13 November 2025.

BACA JUGA: https://patraindonesia.com/kesepakatan-bipartit-belum-jalan-buruh-apoj-siap-gelar-aksi/

Sekertaris Komisariat SBAI–FBTPI PK APOJ, Hariyanto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian konflik ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak manajemen yang memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Hariyanto kepada awak Media.

Hariyanto juga memberikan apresiasi kepada jajaran organisasi dan unsur masyarakat yang terus memberikan dukungan moral maupun solidaritas selama aksi berlangsung.

“Terima kasih juga kepada DPP SBTPI, seluruh rekan-rekan mahasiswa, buruh, dan semua pihak yang selalu bersolidaritas dan mensuport kami sampai persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Dengan ditandatanganinya Perjanjian Bersama, pekerja berharap seluruh komitmen dapat diimplementasikan sesuai waktu dan mekanisme yang telah disepakati. Sementara pihak manajemen belum memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Aksi yang berlangsung damai selama empat hari tersebut kini resmi ditutup seiring tercapainya kesepahaman kedua pihak. Penyelesaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan kerja sama antara pekerja dan perusahaan ke depan.(Asen/Red/PI).

Loading