PATRAINDONESIA.COM (Lampung) – Pelabuhan Panjang Lampung memberikan alternatif Jalur laut Lampung tujuan pulau Jawa untuk mengurangi kemacetan Pelabuhan Bakauheni.
Penyebrangan dari Pelabuhan Panjang ke pelabuhan Ciwandak Cilegon.
Dilangsir dari SINDONEWS.com Menko PMK, Muhadjir Effendy, menjelaskan berdasarkan evaluasi mudik perlu ada alternatif jalur pelabuhan di luar Bakauheni.
“Pelabuhan Panjang bisa kita jadikan alternatif. Kita juga akan lakukan skenario untuk merespons perubahan perilaku pemudik tahun ini dibanding tahun 2019 sehingga penanganan bisa lebih cermat dan memuaskan,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan resmi, Rabu (4/5/2022).
Sebelumnya, terjadi fenomena lonjakan penumpang yang sangat tinggi pada arus mudik, khususnya pada angkutan penyebrangan. Dari catatan Kementrian Perhubungan, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan penyebrangan melebihi penumpang di transportasi umum lain, yakni mencapai 1,6 juta penumpang, baik itu di Pelabuhan Bakauheni maupun di Pelabuhan Merak.
“Sejauh ini, rekayasa dan antisipasi dengan berbagai langkah sudah dilakukan untuk mengurai kepadatan. Namun jumlah arus balik dikhawatirkan akan melebihi angka mudik,” ungkapnya
Menko PMK menyebut, informasi terkait penggunaan dan lalu lintas Pelabuhan Panjang sebagai tambahan Pelabuhan Bakauheni perlu diperjelas dan diintegrasikan.
“Sehingga nanti data dan informasinya hanya satu dan ke depan bisa mempermudah untuk mengambil keputusan lain,” tandasnya.
Sementara Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan Pelabuhan Panjang akan mengurai 25-30 juta pemudik dari Bakauheni.
“Masyarakat juga sampai ke Banten, walaupun jaraknya tempuhnya sekitar 3,5 jam,”ungkapnya.
Dia juga berharap tahun depan akan lebih terurai dengan adanya Pelabuhan Tanggamus. Dengan begitu masyarakat Lampung bagian Barat dan Bengkulu tidak harus ke Bakauheni dan Panjang. (Yendra/Asen/Red/PI)
![]()


I like this blog so much, bookmarked.