Habib Syakur Bongkar Dugaan Agenda Khilafah di Balik Kritik Said Didu, Aparat Diminta Bergerak!

Patra News1069 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM-JAKARTA-Kritik tajam Said Didu terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Rempang menuai sorotan serius.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menuding ada pengaruh sel-sel kelompok khilafah di balik langkah Said Didu yang dinilai mencoba melemahkan bangsa.

BACA JUGA : Fakta Rumah Pensiun Jokowi Kenapa tidak Pilih Bangun di IKN

“Saya menduga ada agenda tersembunyi di balik gerakan Said Didu Cs, yang bertujuan memicu rasisme, menyebarkan kebencian, hingga mengguncang pemerintahan. Propaganda ini sangat berbahaya,” kata Habib Syakur dalam video yang beredar luas di media sosial, Selasa (24/12/2023).

Stabilitas Bangsa dan Kepercayaan Investor Terancam

Habib Syakur menegaskan, propaganda yang dilakukan Said Didu tidak hanya menyasar Presiden Joko Widodo, tetapi juga bisa menggoyahkan kepercayaan investor asing.

“Kalau dibiarkan, narasi kebencian ini bisa merusak citra Indonesia. Apalagi, proyek strategis ini sangat penting untuk pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia mendesak aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan BIN untuk segera mengambil langkah tegas.

“Selain pengawasan, saya minta pendanaan gerakan ini diaudit. Jangan sampai ada celah yang merugikan bangsa,” tambahnya.

Pengamat Politik: Investigasi Mendalam Dibutuhkan

Dukungan terhadap pernyataan Habib Syakur datang dari pengamat politik Indonesia Development Monitoring (IDM), Dedi Rohman. Ia menyebut gerakan Said Didu patut dicurigai sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional.

BACA JUGA : Seusai Pemilu 2024, Habib Syech Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan demi NKRI

“Jika benar gerakan ini bertujuan menghancurkan proyek strategis, maka aparat hukum dan BIN harus segera turun tangan. Jangan sampai ini membahayakan keamanan negara,” tegas Dedi.

Dedi menilai, aksi Said Didu Cs bukan sekadar kritik biasa. “Narasi semacam ini bisa menjadi alat untuk menggulingkan pemerintahan. Kita harus waspada,” pungkasnya.

 

 

 

Loading