Begini Penjelasan Kepala Dinas PUPR Bartim Terkait Proyek Jalan Penunjang Food Estate Ruas Tangkan – Pianggu.

Daerah, Nasional403 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Proyek Jalan Penunjang Food Estate ruas Tangkan – Pianggu, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dilaksanakan oleh PT. Tiar Nauli Jaya Makmur dengan nilai kontrak Rp. 10. 027. 710. 034, 88 rupiah, alami keterlambatan pekerjaan sebagai mana kontrak tanggal 16 Juli 2024 sampai dengan 13 Desember 2024.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Barito Timur di ruang kerjanya, Senin (23 / 12 / 2024) pada Media Online Patraindonesia.com.

“Kita akui bahwa dalam pengerjaan jalan ruas Tangkan – Pianggu ada keterlambatan pekerjaan dari kontrak,” terang Yumail mengawali pembicaraan.

Lanjut Yumail namun demikian karena ada aturan yang mengatur diperbolehkan adendum maka Dinas PUPR memberikan opsi perpanjangan selama 50 hari kalender dengan catatan pihak kontraktor pelaksana wajib membayar denda Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) per hari itu pun jika Pj. Bupati menyetujui perpanjangan melewati Tahun Anggaran 2024 setelah adanya perjanjian dan kesepakatan dengan PPKAD terhitung sejak tanggal 14 Desember 2024.

“Sejak tanggal 14 Desember 2024 pihak kontraktor pelaksana wajib membayar denda sebesar Rp. 10. 000.000 (sepuluh juta rupiah) per hari,” jelasnya .

Masih menurut Yumail opsi ini karena disamping ada aturan yang membolehkan juga pertimbangan Azas manfaat, akan tetapi walaupun pihak kontraktor pelaksana setuju tetap mereka akan dibayar Tahun 2025 melalui perubahan anggaran sekitar bulan Oktober. Dan jika pihak kontraktor tidak setuju dengan opsi ini maka kontrak putus sampai tanggal 30 Desember 2024 ini, dan kami berkewajiban membayar pekerjaannya tetap berdasarkan hitungan capaian.

” Jika mereka tidak bisa melanjutkan pekerjaan setelah melewati tanggal 30 Desember 2024 maka secara otomatis kontrak putus, dan kami berkewajiban bayar kepada mereka berdasarkan capaian perhitungan volume pekerjaan ” tutupnya.

Media ini mencoba menghubungi pihak kontraktor PT. Tiar Nauli Jaya Makmur melalui via tilpon namun tidak terhubung.  (Mardianto/red/PI)

Loading

News Feed