PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Di balik megahnya Gedung Serba Guna (GSG) yang berdiri kokoh di Dusun Marga Dalom, Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, rupanya tersimpan kisah yang tak kalah keras dari batu Granit.
Gedung yang seharusnya menjadi tempat berkumpul warga, justru kini menjadi simbol dari pertanyaan yang tak terjawab: mengapa bangunan bisa berdiri gagah di atas tanah yang diduga belum sepenuhnya bertuan?
Anggaran Dana Desa tahun 2021 mencuat seperti api dalam sekam. Warga mulai bertanya-tanya, bukan hanya soal angka yang mengalir deras, tapi juga soal logika yang seakan tenggelam dalam lumpur.
GSG dibangun, tapi dibangun di atas lahan yang diduga masih bersengketa dan tak dapat di nikmati karena sudah kalah satu langkah dengan pemiliknya.
“Bagaimana bisa dana publik digunakan untuk membangun di atas tanah yang statusnya diduga masih abu-abu? Apakah kabut sengaja dibiarkan turun agar yang terlihat hanya hasil, bukan proses?” ujar salah satu warga dengan nada getir.
Ironisnya, gedung yang dibangun dengan peluh dan pajak rakyat kini digunakan oleh seorang yang katanya pemilik lahan. Masyarakat hanya bisa memandang dari kejauhan, seperti anak-anak kecil yang mengintip mainan mahal di balik kaca etalase.
Warga mendesak agar perkara ini diusut tuntas, dari hulu sampai ke hilir, dari meja perencana hingga palu yang mengetuk kesepakatan. Sebab jika dibiarkan, bukan hanya kepercayaan yang runtuh, tapi juga marwah pembangunan desa itu sendiri.
“Kalau memang niat membangun untuk rakyat, kenapa rakyat hanya jadi penonton?” sindir tokoh masyarakat setempat Jumat (25/04/2025).
Kini, yang ditunggu bukan hanya jawaban, tapi juga keberanian dari pihak berwenang untuk membuka lembar demi lembar dokumen yang sempat diselimuti kabut tebal.
Sebab di Desa Batu Menyan, gedung memang sudah berdiri, tapi keadilan masih mencari tempat berpijak, dan bagaimana pertanggungjawabannya jika warga tak dapat menikmati bangunan yang dibuat dari dana desa dan saat ini diduga dihuni seorang yang mungkin saja sebagai pemilik lahan dari GSG.
Rupanya, di bawah lantai keramiknya, terselip dugaan sengketa yang tak kunjung padam. Dan selanjutnya warga akan menuntut hingga ada yang mau mempertanggungjawabkannya.(Asen/Red/PI).
![]()

