Dulu Kumuh, Kini Bersih: RW 015 Kemiri Muka Bangkit Lewat Gerakan Warga

Daerah782 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM-DEPOK-RW 015 di Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Depok, tak lagi identik dengan tumpukan sampah dan saluran tersumbat.

Berkat inisiatif warga yang bertepatan dengan HUT ke-26 Kota Depok, kawasan yang bersisian langsung dengan Pasar Kemiri Muka itu kini mulai berubah wajah.

Jumat pagi, puluhan warga turun tangan. Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), perangkat kelurahan, Babinsa, PKK, Karang Taruna, dan jajaran RT/RW, mereka menggelar aksi bersih-bersih massal di seluruh lingkungan RW 015.

BACA JUGA : Depok Operasikan Trans Depok Bis Kita Layanannya bisa Diperluas ke Bodetabek.

“Kita jadikan ini agenda bulanan. Bukan hanya bersih-bersih, tapi mengubah budaya buang sampah sembarangan,” ujar Lurah Kemiri Muka, Danudi Amin, SE, saat membuka apel kerja bakti di halaman Masjid Sabilul Muhtadin.

Masalah utama di kawasan ini memang klasik: sampah pasar dan rendahnya kesadaran warga yang kerap membuang sampah sembarangan, terutama saat hujan deras mengguyur. Tak heran jika saluran air kerap tersumbat, bahkan menimbulkan banjir lokal.

Namun perubahan kini mulai terlihat. Di bawah kepemimpinan Ketua RW 015 Arif Afifullah, pengawasan diperketat, penerangan jalan ditambah, dan warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan ditindak. “Awalnya sulit, tapi pelan-pelan warga ikut sadar. Hari ini bukti bahwa gotong royong masih hidup,” ujarnya didampingi tokoh agama Ustaz Furqon dan H. Rusnadi.

Kepala BKD Kota Depok, Wahid Suryono, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan.

BACA JUGA: Bunuh Sopir Taksi Online di Depok, Anggota Densus 88 Bripda HS Resmi Tersangka

“Sampah bukan hanya urusan petugas, tapi urusan kita semua. Kalau saluran mampet, banjir datang. Jangan tunggu jadi bencana baru bertindak,” katanya.

Sebelumnya, jalur rel yang melintasi pasar nyaris tak terlihat karena tertutup tumpukan sampah.

Namun kini, rel tersebut mulai bersih dan terang. RW 015 pun pelan-pelan menjelma menjadi contoh lingkungan yang bisa berubah, meski berada di tengah aktivitas pasar yang padat.

Gerakan ini bukan sekadar soal sapu dan karung, tapi tentang membangun ulang kesadaran kolektif—bahwa lingkungan bersih adalah hak dan tanggung jawab bersama.

Loading