Driver Legend Indonesia Kutuk Pembunuhan di Matraman, Dukung Polisi Usut Tuntas Pelaku dan Tolak Rasisme

Organisasi440 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA – Komunitas Driver Legend Indonesia (DLI) akhirnya angkat bicara menyikapi insiden berdarah di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka-luka. Di tengah derasnya narasi yang berkembang di media sosial, komunitas ojek online tersebut menegaskan sikap tegas: mendukung penuh penegakan hukum, menolak segala bentuk rasisme, dan mengajak masyarakat menjaga persatuan bangsa.

Melalui pernyataan sikap resmi yang 30 Juli 2026, Driver Legend Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Komunitas tersebut menilai peristiwa itu merupakan tindak pidana yang harus dituntaskan melalui proses hukum, tanpa memunculkan sentimen yang dapat memecah belah masyarakat.

Driver Legend Indonesia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Selain mendukung proses hukum, DLI juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat, khususnya di tengah maraknya penyebaran informasi yang berpotensi memicu konflik.

Driver Legend Indonesia: Kejahatan Adalah Tanggung Jawab Pelaku, Bukan Suatu Suku atau Daerah

Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam pernyataan sikap tersebut adalah penolakan keras terhadap segala bentuk provokasi dan tindakan rasis yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia Timur.

Menurut Driver Legend Indonesia, tindakan kriminal tidak boleh dijadikan alasan untuk menghakimi atau memberikan stigma kepada kelompok masyarakat tertentu. Seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komunitas ini menegaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika harus tetap menjadi landasan dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kangmas Lutfi Pramudya Iskandar: Jangan Biarkan Provokasi Mengalahkan Persaudaraan

Pembina Utama Driver Legend Indonesia, Lutfi Pramudya Iskandar atau Kangmas, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terpancing narasi provokatif yang berpotensi memicu perpecahan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian kita bersama. Namun kami mengingatkan, jangan sampai tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum dijadikan alasan untuk menyalahkan satu suku, ras, atau kelompok masyarakat tertentu.”

Ia menegaskan bahwa Driver Legend Indonesia mendukung langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami mendukung penuh Kepolisian untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.”

Kangmas juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus terus dijaga.

“Indonesia berdiri karena persatuan. Saudara-saudara kita dari Indonesia Timur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Jangan biarkan provokasi dan ujaran kebencian merusak persaudaraan yang telah kita bangun bersama. Driver Legend Indonesia berdiri untuk persatuan, bukan perpecahan.”

Ia menambahkan, komunitas ojek online siap membantu aparat keamanan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak seluruh pengemudi ojek online di Indonesia untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan di tengah masyarakat.”

Empat Sikap Resmi Driver Legend Indonesia

Dalam pernyataan resminya, Driver Legend Indonesia menyampaikan empat poin sikap, yakni:

  1. Menyampaikan duka cita mendalam atas insiden di Matraman yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
  2. Mendukung penuh proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum serta meminta pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  3. Berkomitmen membantu Kepolisian menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat.
  4. Mengutuk keras segala bentuk provokasi serta tindakan rasis terhadap masyarakat Indonesia Timur.

DLI berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara secara profesional, sehingga keadilan dapat ditegakkan tanpa mengorbankan persatuan bangsa.

Loading