Charma Afrianto Dorong Tanjung Carat Jadi Green Port Modern, Targetkan Hub Internasional Terbesar

Ekonomi468 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – PALEMBANG – Direktur Utama Ocean Nusantara Group, Charma Afrianto, menilai Pelabuhan Internasional Tanjung Carat di Sumatera Selatan berpotensi menjadi simpul utama konektivitas pelayaran internasional. Pelabuhan ini diproyeksikan melayani berbagai jenis kapal, mulai dari kontainer, tanker, hingga kapal curah.

Dalam peresmian kantor Ocean Nusantara Group pada Selasa, 15 April 2026, Charma mengatakan Tanjung Carat akan berfungsi sebagai pintu gerbang perdagangan luar negeri dan distribusi logistik antarnegara. Selain memfasilitasi arus ekspor-impor, pelabuhan ini juga disiapkan sebagai lokasi alih muat barang berskala internasional.

“Pelabuhan ini juga bisa menjadi pintu masuk diplomasi dan pertahanan melalui kunjungan kapal-kapal negara lain,” kata Charma.

Ia menegaskan, Ocean Nusantara Group akan mengawal pembangunan pelabuhan tersebut. Perusahaan itu juga berencana membantu pemerintah daerah dalam menarik investor industri, termasuk sektor baja, otomotif, dan manufaktur lainnya, untuk membangun fasilitas produksi dan pergudangan di kawasan pelabuhan.

Menurut Charma, kawasan Tanjung Carat akan berkembang menjadi intermoda terlengkap di Asia Tenggara. Ia menyebut keterpaduan moda transportasi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing logistik kawasan tersebut.

Charma juga menyinggung panjangnya proses realisasi proyek pelabuhan ini. Ia mengatakan, pembangunan Tanjung Carat merupakan hasil dari penantian panjang selama sekitar lima dekade.

“Sudah 50 tahun penantian panjang ini, dan baru terwujud pembangunannya setelah kepemimpinan Herman Deru sebagai Gubernur Sumatera Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membentuk badan investasi khusus guna mempermudah perizinan dan mempercepat masuknya investor. Ocean Nusantara Group, kata dia, siap menjadi mitra strategis dalam proses tersebut.

Selain itu, perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan yang dilalui sungai, termasuk dalam pengelolaan pelabuhan daerah.

Di akhir pernyataannya, Charma menyampaikan harapan agar Tanjung Carat menjadi pelabuhan pionir dengan jumlah hub internasional terbanyak, sekaligus mengadopsi konsep pelabuhan modern berbasis digitalisasi dan ramah lingkungan atau green port.

Loading