Dari Aksi Sosial hingga Advokasi, Begini Perjalanan 7 Tahun Driver Legend Indonesia

Organisasi464 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – JAKARTA –  Komunitas ojek online (ojol) Driver Legend Indonesia atau yang dikenal dengan nama Legend genap berusia tujuh tahun pada 7 Juni 2026. Sejak berdiri pada 7 Juni 2019, komunitas ini dikenal aktif mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan kesejahteraan dan perlindungan pengemudi ojol di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Legend kerap terlibat dalam berbagai aksi advokasi bersama komunitas ojol lainnya. Salah satu isu yang terus diperjuangkan hingga kini adalah dorongan agar profesi pengemudi ojek online memiliki payung hukum dan legalitas yang jelas.

Ketua Umum Driver Legend Indonesia, Rusdy Alsaery, mengatakan usia tujuh tahun menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperkuat peran dalam dunia transportasi online nasional.

“7 tahun bagi kami merupakan hal yang kompleks dan luar biasa, masih muda tapi sudah begitu banyak pencapaian positif yang telah kami raih dan itu suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat memberikan kontribusi langsung di belantika Ojol Nasional,” kata Rusdy.

Aktif dalam Aksi Sosial dan Gerakan Ojol

Selain dikenal aktif menyuarakan aspirasi pengemudi, Legend juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Komunitas ini tercatat pernah menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di sejumlah daerah, termasuk Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, dan Cianjur, Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal Driver Legend Indonesia, M. Yunus Ranadona, menyebut perjalanan organisasi selama tujuh tahun diwarnai berbagai kegiatan sosial maupun aksi besar yang berkaitan dengan dunia ojol.

“Kami pernah terlibat dalam giat sosial bencana alam pulau Sabu NTT, bencana alam Cianjur, kami juga terlibat dalam pelantikan Presiden Joko Widodo, menggelar aksi TIPOSI aksi terbesar sepanjang sejarah Ojol, pemenangan Presiden Prabowo Subianto hingga berbagai aksi demi aksi ojol berskala besar di Jabodetabek. Bahkan Pembina kami (Kangmas Lutfi) sempat ditangkap Aparat dan mendekam selama beberapa hari di Polda Metro Jaya karena membela aspirasi ojol saat masa pandemi covid 19, Legend itu benar-benar kompleks!” ujar Yunus.

Anggota Driver Legend Indonesia (foto doc. DLI)

Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang komunitas dalam memperjuangkan aspirasi para pengemudi ojek online.

Momentum Evaluasi di Usia Ketujuh

Memasuki usia ke-7 tahun, Legend mengaku tengah melakukan pembenahan dan evaluasi internal agar organisasi semakin berkembang.

Bendahara Umum Driver Legend Indonesia, Syahrani atau yang akrab disapa Bunda Rani, mengatakan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi ke depan.

“7 tahun ini kami coba berbenah dan mengevaluasi diri agar bisa lebih baik lagi, tentunya bukan lebih baik dari kelompok atau wadah lain, tetapi lebih baik dari Legend yang sebelumnya,” katanya.

Respons Isu Potongan Aplikasi 8 Persen

Perayaan ulang tahun ketujuh Legend juga berlangsung di tengah ramainya pembahasan mengenai kebijakan potongan aplikasi sebesar 8 persen yang sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026.

Merespons isu tersebut, Legend menginisiasi pembentukan kelompok bernama Sahabat Opa Ata bersama sejumlah komunitas lain seperti GGBC Jabodetabek, Sontoloyo, dan LKN.

Penasihat Agung Driver Legend Indonesia yang dikenal sebagai Opa Ata mengatakan pihaknya mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap nasib pengemudi ojol. Namun, ia berharap kebijakan yang diambil tetap memperhatikan seluruh elemen dalam ekosistem transportasi online.

“Kami mengapresiasi besarnya perhatian pak Presiden terhadap nasib Ojol lewat Perpres no 27 tahun 2026, namun kami minta supaya pak Presiden bisa lebih bijak lagi dalam mempertimbangkan keberadaan ekosistem transportasi online dan memberikan win-win solutions kepada semua pihak baik Mitra, Aplikator, maupun para pengguna,” ujarnya.

Dorong Kebijakan Berbasis Dialog

Sementara itu, Pembina Utama Driver Legend Indonesia, Kangmas Lutfi, menilai kebijakan terkait transportasi online harus dibangun melalui dialog dan mempertimbangkan kondisi para pengemudi sebagai bagian penting dari industri tersebut.

“Kami percaya bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang lahir dari dialog, data, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Ojol bukan sekadar profesi, tetapi perjuangan hidup jutaan keluarga di Indonesia sebagai mitra dari aplikator, tempat dimana harapan itu masih ada saat pemerintah tidak bisa memberikan solusi atas kebutuhan permasalahan ojol,” kata Kangmas.

Memasuki usia ke-7 tahun, Driver Legend Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan legalitas profesi, kesejahteraan pengemudi, serta masa depan transportasi online di Indonesia.

Loading

News Feed