PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)
Beragam hasil karya kreatif diproduksi oleh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Mulai dari kue kering Bawis Lapupala, aneka bolu, kue basah, hingga kerajinan tangan seperti kotak tisu, tas rotan, tas dari berbagai bahan, hingga keset dari kain bekas.
Produk andalan seperti kue kering dengan brand Bawis Lapupala dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per pack, menggunakan bahan pilihan premium. Dalam sebulan, produksi kue kering mencapai puluhan pack, dengan pelanggan tetap dari sejumlah instansi pemerintahan di Kalimantan Tengah.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) LPP Kelas IIA Palangka Raya, Naniek, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Selain itu, hasil produksi ini juga berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Tahun ini kami menargetkan PNBP sebesar Rp10 juta, dan alhamdulillah permintaan dari masyarakat maupun instansi terus meningkat,” ujar Naniek, Rabu (18/6/2025).
Naniek, menyebutkan bahwa masyarakat dapat memesan berbagai produk tersebut melalui akun Instagram @bawislapupala.
“Selain rutin produksi kue, kami juga membuat berbagai kerajinan tangan, mulai dari kotak tisu, tas-tas rotan, hingga keset dari kain bekas, yang semuanya dikerjakan langsung oleh warga binaan,” jelas Naniek.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang nyata melalui pemasaran produk-produk berkualitas. (*)
![]()

