PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Gelombang massa pengemudi ojek online (ojol) membanjiri jalan-jalan utama Ibu Kota hari ini, Selasa (20/5/2025). Aksi damai yang digerakkan oleh Aliansi Pengemudi Online Bersatu (APOB) bersama FDTOI, GARDA, Lalamove Bersatu ini salah satu tuntutannya yaitu pemotongan komisi aplikasi hingga 10 persen sebagai bentuk protes terhadap sistem yang dinilai merugikan para mitra pengemudi.
Puluhan ribu pengemudi roda dua dan roda empat tampak memenuhi kawasan sekitar Patung Kuda, Jakarta. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan dan berjalan kondusif.
Sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) memfasilitasi Direktorat Jenderal Perhubungan darat untuk berdialog bersama 25 perwakilan pengemudi online. Perwakilan ini terdiri dari unsur roda dua dan roda empat yang telah ditunjuk secara kolektif dan 7 orang perwakilan dari APOB selebihnya dari Aliansi lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menyerap aspirasi perwakilan massa ojek online (ojol).
Audiensi berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB dan mempertemukan para perwakilan pengemudi ojol dari berbagai asosiasi dengan Kemenhub.
Hasil dari pertemuan hari ini menyepakati bahwa ke-25 perwakilan akan diundang secara resmi oleh Komisi V DPR RI untuk mengikuti rapat dengar pendapat pada Rabu (21/5/2025) siang, yang akan berlangsung di ruang rapat Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan.
“Doakan kami. Semoga lelah kawan-kawan yang mengikuti aksi ini tidak sia-sia. Kami akan perjuangkan aspirasi ini sebaik mungkin. Soal hasil, itu milik Allah. Yang penting kita sudah berusaha dan berikhtiar,” ujar Irfan Smandu perwakilan dari APOB, kepada awak media.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, membenarkan rencana pertemuan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendengarkan langsung masukan dari para pengemudi online sebagai bahan dalam menyusun regulasi transportasi daring yang lebih adil dan berpihak.
“Jadwal kita panggil perwakilan ojol itu besok (21/05). Yang pasti, masukan-masukan dari teman-teman ojol akan menjadi pegangan penting bagi kami untuk memperjuangkan aspirasi mereka di parlemen,” ujar Roberth.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dan legislatif dalam merespons suara para pengemudi online yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi harian masyarakat, namun masih menghadapi tantangan ekonomi dan regulasi.
Aksi hari ini menjadi catatan penting dalam sejarah perjuangan ojol di Indonesia, menandai babak baru menuju perlindungan dan keadilan yang lebih baik bagi para pengemudi transportasi berbasis aplikasi. (Erika/Red/PI).
![]()



