Tim PKS Bartim Tinjau Lapangan, Yupelis dan Keluarga Tetap Melakukan Pemortalan 

Patra News601 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Barito Timur terus melakukan upaya mencari titik temu terkait persoalan Pemortalan jalan wilayah PT. MUTU yang sudah berjalan 2 (dua) bulan oleh Yupelis bersama keluarga.

Sebagai bentuk upaya tersebut beberapa waktu yang lalu Tim PKS telah melaksanakan mediasi di ruang rapat Wakil Bupati Barito Timur yang waktu itu rapat di pimpin oleh Asisten I Setda Bartim, Ari Panan P Lelu yang turut di hadiri oleh Kasatintelkam, Perwakilan Dandim 1012 Buntok, perwakilan Kejaksaan, BPN , Kesbangpol, Camat Raren, Damang Raren Batuah, Manajemen PT. MUTU, Manajemen PT. Bartim Coalindo, dan Insan Pers.

Upaya tersebut terus berlanjut hingga peninjauan dan pengukuran jalan Kamis (30/4/2026) yang di hadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol, Kasatintelkam Polres Bartim, BPN, pihak Kecamatan Raren, Danang Raren Batuah, Manajemen PT. Bartim Coalindo, Manajemen PT. MUTU, Yupelis bersama keluarga dan Insan Pers.

Dari pantauan Media Online Patraindonesia.com, Senin (4/5/2026) di lapangan pihak Yupelis bersama keluarga tetap melakukan pemortalan.

Yupelis pada media ini menyampaikan bahwa pihaknya tetap melakukan pemortalan di bidang jalan tersebut, karena belum adanya penyelesaian walaupun kemarin pihak Tim PKS sudah meninjau kelapangan bahkan sudah mengukur jalan ini.

“Kami tetap bertahan di sini sampai adanya penyelesaian,” ucap Yupelis di dampingi keluarga sambil memperlihatkan bukti surat Segel tahun 1967.

Ia juga menceritakan bahwa Segel 1967 asli mereka masih di tangan manajemen PT. MUTU , sampai sekarang belum di kembalikan.

“Untuk Segel asli kami masih di tangan PT. MUTU dan sampai saat ini belum di kembalikan,” terangnya.

Yupelis juga menegaskan bahwa sepanjang belum ada penyelesaian batu bara yang sudah menumpuk di stock pield pun tidak boleh di bawa keluar atau di geser karena batu bara tersebut mengangkutnya melewati tanah kami.

“Sebelum adanya penyelesaian saya tegaskan bahwa batu bara yang sudah menumpuk di stock pield kami juga tahan, karena batu bara tersebut Hauling nya melewati tanah kami kemarin, dan termasuk lobang bekas tambang yang tampak menganga ini kami tidak perkenankan pihak manapun untuk melaksanakan REKLAMASI,” tutupnya dengan nada berapi api (Mardianto/Red/PI).

Loading