Tim dan Ahli Waris Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan Larang PT. Aljabri Buana Citra Angkut Batu Bara

Patra News172 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – PT. Aljabri Buana Citra (ABC) salah satu investor komoditi batu bara berdasarkan Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP – OP) yang kini sedang berproduksi.

Lokasi operasi di wilayah Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

PT. Aljabri Buana Citra (ABC) memiliki luas 414,9 hektare. Tetapi perusahaan ini menghadapi masalah. Karena selain masuk Hak Guna Usaha (HGU) PT. Bhadra Cemerlang Lestari (BCL) seluas kurang lebih 200 hektare juga di dalamnya masuk Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan atas nama Amud Darham, Bawoi Udung, Masdul Indim (Juatno) dan Gundang seluas 171 haktare dari 565 hektare.

Untuk diketahui bersama bahwa keberadaan PT. Aljabri Buana Citra (ABC) tidak terlepas dari dukungan pemilik lahan baik Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan maupun dukungan dari pemilik lahan lainnya secara perorangan.

Dari pantauan wartawan Patraindonesia.com, Sabtu (16/7/2022) bertempat di Sekretariat Kadamangan Benua Lima Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Tim Ahli Waris Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan dan empat orang Ahli Waris gelar rapat internal yang dihadiri langsung oleh Damang Kepala Adat Benua Lima.

Damang Benua Lima Rudek Udir dalam paparannya menyampaikan bahwa pertemuan hari ini sebagai silaturahmi sesama utus warga Dayak, bukan karena dalam persengketaan.

“Saya mengimbau agar dalam pertemuan ini antara Tim dan Ahli Waris mendapatkan kesepakatan, kesepahaman sehingga menimbulkan kesimpulan yang tentunya menjadi sebuah kekuatan” harap Rudek Udir.

Robert G Rana, SH selaku Ketua Tim Ahli Waris berdasarkan Surat Kuasa dari empat Ahli Waris yaitu : Amud Darham, Bawoi Udung, Gundang dan Masdul Indim (Juatno) menyampai ucapan terima kasih yang setinggi – tingginya kepada empat Ahli Waris Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan yang masuk Desa Kotam dan Desa Mawani atas hadir dalam pertemuan yang di fasilitasi oleh Damang Benua Lima.

“Saya mengapresiasi kehadiran semua Ahli Waris. Dan semoga pertemuan yang sangat berharga ini sebagai momentum dalam mempererat tali persaudaraan diantara kita,” terang Robert.

Robert pun meminta saran dan pendapat serta petunjuk maupun petuah dari semua Ahli Waris agar perjuangan dalam mempertahankan harkat dan martabat Suku Dayak Lawangan terutama memperjuang fee atau royaly produksi batu bara dari PT. Aljabri Buana Citra (ABC) bisa terwujud.

Lanjut Robert, “Selama ini kita hampir diadu domba supaya kita terpecah belah, supaya kita saling curiga supaya sesama kita saling serang supaya kita hancur berkeping – keping, ” papar Robert tambah berapi-api.

Ia mengajak, sesama warga tetap dan selalu solid, kompak dan bersatu.

“Mari mulai saat ini, kesempatan ini kita bersatu padu, kita sesama Utus Dayak Lawangan mempertahankan harga diri, mempertahankan harkat dan martabat leluhur kita, moyang kita. Dan saya sebagai Ketua Tim selalu digaris terdepan apa pun resikonya,” tegasnya.

Di tempat yang sama Wakil Ketua Tim Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan Ardiansyah mengundurkan diri dari jabatannya.

“Pada kesempatan ini ijinkan saya mengundurkan diri dari Wakil Ketua tim dan silahkan dicarikan pengganti ” ungkap Ardiansyah.

Pria yang kerab disapa Toton ini pun menyampaikan permohonan maaf kepada Ahli Waris dan Ketua Tim jika dalam kebersamaan banyak membuat kesalahan.

“Saya minta maaf jika selama dalam kebersamaan ada yang tidak berkenan, dan carikan pengganti saya,” ucap Toton seraya mengeluarkan surat pengunduran dirinya.

Dari pertemuan kali ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Pertama,
Tim Tanah Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan dan Ahli Waris sepakat adanya penambahan anggota tim dan mengganti mengundurkan diri atau yang sudah
meninggal dunia yang di rekomendasi dari empat orang Ahli Waris.

Kedua, Tim Ahli Waris dan Ahli Waris bersepakat dalam waktu dekat mengadakan pertemuan lanjutan untuk pengokohan tim sekaligus membicarakan visi dan misi serta program kerja tim.

Ketiga, Ahli Waris setuju dan back up, hasil mediasi yang tertuang dalam berita acara antara PT. Aljabri Buana Citra dengan Tim Ulayat Adat Suku Dayak Lawangan, Rabu (13/7/2022)
Keempat, Ahli Waris dan Tim bersepakat untuk tidak memperkenankan PT. Aljabri Buana Citra (ABC) angkut batu bara dari penambangan seluas 13 hektare tersebut sebelum adanya perjanjian kesanggupan dari PT. Aljabri Buana Citra (ABC) membaayar fee atau royalti hasil produksi batu bara.
Usai acara Sekretaris Damang Benua Lima Bonorius membacakan berita acara dan mengharapkan antara Tim dan Ahli Waris selalu kompak dan solid.
” upayakan antara Tim dan Ahli Waris selalu menjaga ke kompakan, jangan cepat kemakan isue – isue yang belum tentu kebenaran yang akhirnya membuat kerugian, dan harapannya Tim dan Ahli Waris selalu bersinergi ” tutup Bonorius.(Mardianto/Red/PI)

Loading