Sedikit Terkuak! Di Balik Kematian Dua Bocah di Pantai Sigandu, Tersimpan Niat Bunuh Diri Massal Sang Ibu

Daerah553 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Batang) – Misteri kematian dua bocah perempuan yang ditemukan tak bernyawa di bibir Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Rabu pagi (30/7/2025), jasad Hafiza Latifatuz Zahra (6) dan Hana Hasinah (3) ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan. Namun satu hal yang tak diduga: sang ibu, Vivit Margiantiningsih (31), ternyata masih hidup, meski dalam kondisi linglung.

Tragedi memilukan ini bukan sekadar kecelakaan. Polisi mengungkap, ada dugaan kuat bahwa Pipit—sapaan akrab Vivit—berniat mengakhiri hidupnya bersama kedua buah hatinya. Dugaan ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, usai memeriksa Pipit di RSUD Kalisari.

“Iya, ada niat bunuh diri bersama kedua anaknya,” ujar AKP Imam kepada wartawan, Rabu malam, usai proses otopsi jenazah dua anak korban.

Pagi buta sekitar pukul 05.00 WIB, Pipit meninggalkan rumahnya di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Batang, membawa serta kedua anaknya menuju Pantai Sigandu dengan sepeda motor. Hana, si bungsu, digendong menggunakan selendang. Hafiza duduk kecil di depan, di atas jok motor.

Tiba di pantai, Pipit langsung menuju laut, menggendong Hana dan membopong Hafiza ke tengah air. Ia terus melangkah hingga tak lagi bisa berpijak. Ketika ombak datang menghantam, ia melepaskan pelukan dan genggamannya—momen terakhir yang membuat nyawa dua bocah tak berdosa melayang.

Pipit sendiri selamat Terombang-ambing di laut, tubuhnya akhirnya terdampar kembali ke daratan. Warga yang menemukannya mengatakan ia terlihat kebingungan, tak mampu menjelaskan apa yang terjadi.

Polisi langsung mengamankan Pipit dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis dan psikologis. Saat ini, status hukum Pipit belum ditetapkan. Kepolisian masih menunggu hasil otopsi lengkap dari Bidokes Polda Jateng serta asesmen psikologis guna memahami kondisi kejiwaan Pipit saat insiden terjadi.

“Belum ada penetapan tersangka. Kami masih mendalami motif dan kondisi psikologis yang bersangkutan,” jelas AKP Imam.

Usai menjalani pemeriksaan, Pipit diizinkan melihat kedua jenazah anaknya untuk terakhir kalinya. Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Kaliwareng. Tangis keluarga pecah saat jenazah Hafiza dan Hana dimandikan dan dikafani.

Malam itu juga, kedua bocah dimakamkan berdampingan meninggalkan jejak luka yang dalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

(wawan/red/pi)

Loading