Penambangan Emas di Sungai Takuam Hulu Tidak Melewati Kajian AMDAL!!

Daerah309 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Damang Kepala Adat Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tochid Prasetyo kepada Media Online Patraindonesia.com di sungai Takuam Hulu wilayah Desa Batuah saat meninjau kelapangan terkait keluhan masyarakat adat terkait pencemaran air sungai Takuam, Kamis (7/5/2026) menyampaikan bahwa secara kasat mata dari lembaga adat bahwa aktivitas penambangan emas di Sungai Takuam Hulu ini sudah melanggar tatanan hukum adat dan kearifan lokal.

“Jelas sekali bahwa aktivitas penambangan ini melanggar ketentuan hukum adat dan kearifan lokal, dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mempergunakan air dari Sungai Takuam wilayah bawah untuk mandi, cuci apa lagi untuk di konsumsi,” ujar Tochid Prasetyo.

Dilanjutkannya aktivitas ini sangat jelas tidak memiliki kajian AMDAL. Yang bisa dilihat dari fakta lapangan, pinggir sungai habis di babat, dan ini lebih berbahaya lagi air raksa langsung larut ke sungai Takuam tanpa di buat Setling Pond seperti yang kita temukan di Tambang Batu bara.

“Air raksa sangat berbahaya terhadap kesehatan masyarakat yang mempergunakan air dari Sungai Takuam di bagian Hilir dampak dari Penambangan ini, dan terkait hasil peninjauan lapangan, kami akan berkoordinasi dengan DAD Kabupaten Barito Timur untuk mengambil langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Ia juga berharap kepada pihak Pemerintah untuk bisa mengambil sikap tegas terhadap pelaku usaha yang tidak mematuhi UU nomor 32 tahun 2009 tentang

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Diharapkan kepada Pemerintah mengambil tindakan tegas bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi UU nomor 32 tahun 2009 tentang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ” tutupnya.

Untuk diketahui Tim Sidak yang di hadiri Camat Raren Batuah, Kepala Desa Batuah, Damang Raren Batuah, pihak TNI dan Polri, Insan Pers menemukan ada 1 (satu) unit Alat Berat Excavator jenis Hyundai di area tambang emas yang tampaknya disembunyikan , terpantau juga puluhan pondok – kerja sepanjang sungai Takuam yang tidak ada penghuninya (Mardianto/Red/Pi)

Loading