Pembelian Semen dan Besi Belum Dibayar, Kades Paya Terancam Dilaporkan Polisi !

Patra News434 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Seorang pemilik toko material bernama Mansyur mengaku hingga kini belum menerima pelunasan pembayaran pembelian semen dan besi untuk pembangunan rumah yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.

Mansyur pemilik toko di kecamatan Way Ratai mengaku kesulitan untuk menagih uangnya yang masih berada di Kepala Desa. Nilai pembayaran yang belum diselesaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Berdasarkan keterangan pemilik toko, transaksi pembelian material berupa semen dan besi dilakukan pada 5 Oktober 2023. Seluruh material telah diserahkan kepada pembeli, sementara dalam kuitansi tercantum kesanggupan pembayaran paling lambat pada 25 Oktober 2025.

Baca Juga: https://patraindonesia.com/kekecewaan-perangkat-desa-memuncak-pelayanan-kantor-terancam-ditutup/

“Kurang lebih Rp5 juta belum dibayar, Bang,” ujar pemilik toko dalam keterangan singkatnya, Sabtu (01/08/2026).

Menurutnya, persoalan ini bukan utang piutang pribadi, melainkan pembayaran atas material bangunan berupa semen dan besi yang telah diterima untuk keperluan pembangunan rumah. Hingga kini, atau sekitar dua tahun sejak jatuh tempo pembayaran, kewajiban tersebut disebut belum juga dipenuhi.

Pemilik toko mengaku telah berulang kali berupaya menagih pembayaran. Namun, hingga saat ini belum ada penyelesaian yang diterimanya. Atas kondisi tersebut, ia menduga telah dirugikan dan berharap pihak yang bersangkutan segera menunjukkan itikad baik.

Ia juga menyatakan, apabila Kepala Desa Paya tetap tidak menunjukkan etika dan itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran tersebut, maka persoalan ini akan ditempuh melalui jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Paya belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp telah dilakukan, namun yang bersangkutan belum dapat dihubungi sehingga belum memberikan tanggapan atas permasalahan tersebut.(Asen/Red/PI).

Loading