PATRAINDONESIA.COM -BANGKA BELITUNG-Di tengah sorotan publik terhadap praktik tambang timah di Bangka Belitung, dua entitas besar MIND ID dan PT Timah Tbk memilih jalur perubahan.
Bukan sekadar kosmetik kebijakan, mereka membangun ulang wajah industri tambang laut lewat pendekatan berbasis teknologi dan kemitraan dengan masyarakat lokal.
Melalui sistem digital Mining Control System (MCOS), PT Timah membuka lembaran baru dalam pengelolaan tambang timah lepas pantai.
BACA JUGA :
MIND ID Tawarkan Cara Baru Peduli Lingkungan Lewat Sustainibox di HCS 2025
Tak hanya mengatur pendaftaran dan seleksi kemitraan secara daring, MCOS hadir sebagai alat kendali sekaligus benteng terhadap praktik tambang ilegal yang selama ini menggerogoti wilayah perairan Bangka.
“MCOS bukan sekadar aplikasi, ini instrumen transformasi. Masyarakat kini dilibatkan bukan sebagai penonton, tetapi mitra aktif dalam rantai produksi yang sah dan berdaya,” ujar Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, saat melakukan inspeksi lapangan ke tambang laut PT Timah di Bangka, Selasa (3/6).
Dari Zona Rawan Tambang Ilegal, Menjadi Sentra Kolaborasi Legal
Tambang laut selama ini menjadi lahan subur bagi eksploitasi ilegal. Namun kini, skema kemitraan yang ditawarkan PT Timah membuka ruang partisipasi legal bagi kelompok masyarakat, BUMDes, hingga pengusaha kecil lokal.
Mereka yang lolos seleksi MCOS akan dilatih dan diawasi agar beroperasi sesuai standar prosedur dan keselamatan kerja.
Setiap unit ponton wajib mempekerjakan warga sekitar sebagai operator maupun pengawas, menciptakan efek ekonomi berganda di wilayah pesisir.
“Kami ingin memastikan bahwa manfaat dari industri ini tidak hanya dirasakan perusahaan, tapi juga masyarakat. Inilah bentuk konkret good mining practice,” ucap Maroef.
BACA JUGA :
Sistem Digitalisasi Kunci Upaya Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi
Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, bersama jajaran direksi dan komisaris, juga ikut meninjau langsung operasional kapal isap produksi milik PT Timah.
Mereka memantau proses penambangan, berinteraksi dengan mitra lokal, dan menilai sejauh mana sistem digital mampu menekan kebocoran produksi serta risiko keselamatan.
Digitalisasi Sebagai Tembok Pertahanan Terhadap Tambang Ilegal
Direktur Operasi dan Produksi PT Timah, Nur Adi, menegaskan bahwa MCOS bukan sekadar alat administrasi, tapi benteng utama untuk mengamankan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari aktivitas tak berizin.
“MCOS memuat verifikasi ketat atas kelayakan mitra. Mulai dari kemampuan teknis, kelengkapan alat, hingga kepatuhan terhadap protokol keselamatan kerja,” katanya. “Kami juga melakukan pemantauan real-time di lapangan untuk memastikan seluruh operasi sesuai standar.”
Menabur Harapan di Tengah Laut
Langkah ini tak hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga cermin dari keseriusan MIND ID dan PT Timah dalam menata ulang tata kelola tambang nasional.
Skema kemitraan ini membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini hanya menyaksikan sumber daya alam di sekeliling mereka diambil tanpa imbal hasil yang adil.
“Model ini bisa menjadi prototipe nasional. Industri tambang bisa tumbuh berdampingan dengan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan lingkungan,” tutur Maroef.
![]()






