Menu MBG Diduga Bermasalah, Ayam Mentah Ditemukan di Dua tempat Berbeda

Patra News622 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya beberapa media diberitakan dugaan menu ayam yang belum matang di SMA N 1 Padang Cermin, temuan serupa kini terjadi di Madrasah Aliyah Darur Ridho, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, wali murid  di madrasah tersebut menerima menu MBG dengan kondisi daging ayam yang diduga masih mentah, Jumat (17/04/2026).

Temuan ini memperkuat kekhawatiran publik terhadap kualitas dan pengawasan makanan yang disalurkan kepada para pelajar.

“Bener masih mentah makanannya,” ujar DN wali murid.

Diketahui, dapur penyedia makanan MBG tersebut diduga berada di wilayah RK A, Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Awak media telah mencoba melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk menghubungi Ahmad Riansyah dan dirinya telah membenarkannya.

“Iya benar bang. Kita sudah klarifikasi dan permohonan maaf juga ke sekolah terkait,” ujar Ahmad Riansyah kepada awak media, pukul 21.14 WIB.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah wilayah. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi siswa justru dipertanyakan kualitasnya ketika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi.

Sejumlah pihak menilai, pengawasan terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan harus diperketat. Selain itu, transparansi dari pihak penyedia juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, pihak disekitar warga juga menyampaikan bahwa  dapur tersebut kurang memaksimalkan terkait pengelolaan IPAL. Di jelaskan bahwa limbah yang terbuang menyasar ke halaman tanah milik warga, dan bau aroma yang tidak sedap di sekitar area dapur MBG.

Jika terbukti terjadi kelalaian, pihak terkait diminta bertanggung jawab, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan siswa dan dampak lingkungan.(Asen/Red/PI).

Loading

News Feed