Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalteng di IPPAFest 2025, Talawang Jadi Primadona

Nasional349 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (JAKARTA)

Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah sukses mencuri perhatian dalam ajang Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 21–23 April 2025.

Partisipasi mereka tidak hanya menarik minat pengunjung, tetapi juga mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61 ini menampilkan berbagai karya kreatif warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari seluruh Indonesia. Produk-produk unggulan yang dipamerkan Kanwil Ditjenpas Kalteng mencerminkan kekayaan budaya lokal, mulai dari kerajinan rotan, anyaman, aksesori etnik, hingga talawang, tameng khas Suku Dayak yang menjadi pusat perhatian pengunjung.

Menteri Agus Andrianto yang hadir bersama Wakil Menteri Silmy Karim mengapresiasi kreativitas dan semangat inovasi yang ditampilkan. “Ini merupakan bentuk nyata dari pembinaan yang berhasil, di mana warga binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai budaya dan ekonomis,” ujarnya.

Tak hanya itu, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yan Sultra, turut memberikan dukungan dengan memesan langsung salah satu produk unggulan, yakni talawang. Aksi ini menjadi simbol nyata dukungan terhadap pengembangan potensi WBP di Kalimantan Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengungkapkan rasa bangganya atas sambutan positif yang diberikan. “Ini menjadi suatu kehormatan dan motivasi besar bagi kami untuk terus mendorong pembinaan yang bermakna bagi warga binaan, sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan berkontribusi secara positif,” ungkapnya.

Ia juga berharap partisipasi dalam IPPAFest dapat membuka jalan baru untuk pemasaran produk hasil karya WBP serta memperkuat sinergi antara pemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat. “Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk mengubah stigma terhadap warga binaan dan menumbuhkan harapan baru melalui karya yang mereka buat,” pungkasnya. (*)

Loading