Ilmuwan Dunia Ja’far Hasibuan Laporkan Oknum Dishub Medan Terkait dugaan Kekerasan 

Kriminal355 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Medan) – Ilmuwan muda berkelas dunia dan penemu Biofar SS, Muhammad Ja’far Hasibuan, yang dikenal sebagai pemberi pengobatan gratis, berencana melaporkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oknum Dinas Perhubungan di Terminal Amplas Medan.

“Saya akan melaporkan tindakan oknum Dishub Medan yang sewenang-wenang ini,” ujar Ja’far kepada media pada Selasa, 21 Januari 2025.

Ja’far menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula pada 15 Oktober lalu, saat dirinya yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek mengantar seorang penumpang dari Terminal Amplas menuju Rumah Makan Kembang Rasa di Jalan Balige, Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Kejadian itu berlangsung saat hujan deras.

“Sesampainya di tujuan, penumpang (diduga istri Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan) bertanya berapa tarifnya. Saya menjawab Rp 40 ribu, tetapi penumpang menawarkan Rp 17 ribu dan memberikan saya Rp 20 ribu. Saya pun meminta tambahan Rp 10 ribu, namun dia menolak,” ujarnya.

Uang yang diberikan oleh penumpang pun tidak diterima, dan Ja’far menegaskan bahwa jika tarifnya hanya Rp 17 ribu, ia seharusnya tidak mengantarnya. Sampai saat itu, ongkos belum dibayar.

Penumpang yang tidak terima kemudian mengancam akan melapor ke suaminya, yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan. “Dia bilang, ‘Ayo kita ke Dinas Perhubungan, suami saya Kepala Dinas Perhubungan,'”tambah Ja’far.

“Akibat kesalahpahaman itu, saya dipanggil oleh pihak Dinas Perhubungan di Terminal Amplas,” ujar Ja’far.

Setibanya di sana, Ja’far merasa dipermalukan dan diancam di depan umum oleh oknum petugas Dinas Perhubungan. “Mereka mengancam saya di depan banyak orang, termasuk oknum pegawai Dinas Perhubungan dan penumpang. Mereka mendorong saya, kemudian memukul, menendang, dan menuduh saya memviralkan video penumpang meskipun saya tidak pernah membagikan video itu di media sosial. Mereka bahkan memaksa saya menghapus video tersebut dari ponsel saya,” terang Ja’far.

Oknum petugas Dishub juga mengancamnya dengan mengatakan, “Awas kalau kamu viralkan, kami akan penjarakan kamu. Kami tahu rumah kamu di mana, serta menuduhnya membuat masalah di antara penumpang. Ja’far merasa sangat tertekan oleh perlakuan tersebut.

“Akibat kejadian ini, saya merasa dihina dan nama baik saya dicemarkan. Saya merasa sangat tertekan dan takut, sehingga mental saya terganggu,” ungkap Ja’far.

Ja’far pun sempat mempertanyakan alasan pelarangan dirinya memasuki terminal, mengingat terminal adalah fasilitas umum yang dibangun dengan dana rakyat.

Muhammad Ja’far Hasibuan mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum dari Dinas Perhubungan (Dishub) Medan.

Dalam insiden yang terjadi beberapa waktu lalu, beliau diperlakukan dengan sangat brutal: dicekik dan ditendang secara sadis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 Tindak kekerasan ini mengundang keprihatinan, mengingat sosok Ja’far Hasibuan yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang memberi banyak kontribusi positif bagi negara.

Meskipun telah melapor ke pihak berwajib di Polres Medan, laporan tersebut tampaknya belum mendapatkan perhatian serius. Hal ini mendorong Ja’far Hasibuan untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, berharap agar kasus ini mendapat penanganan yang tepat dan agar para pelaku kekerasan ini mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Saya ingin melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo jika tidak ada penyelesaian yang adil,” ujarnya.

Ja’far berharap agar ada perhatian dari Presiden terkait hak-haknya sebagai warga negara yang menggunakan fasilitas umum.

“Saya merasa sangat dirugikan dan diperlakukan tidak adil di Terminal Amplas. Saya hanya ingin bekerja halal untuk mendukung operasional klinik pengobatan gratis yang saya kelola,” katanya.

Ja’far juga berharap agar pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut menyampaikan permintaan maaf agar nama baiknya bisa dipulihkan. Permintaan maaf tersebut sangat penting untuk pemulihan reputasinya, mengingat tuduhan yang dilayangkan padanya tidak berdasar.

“Saya hanya ingin keadilan dan pemulihan nama baik. Saya berharap agar urusan saya tidak ikut campur dengan urusan Dinas Perhubungan dan pihak-pihak terkait di Terminal Amplas, sehingga saya dapat melanjutkan kegiatan sosial saya dengan tenang,” harap Ja’far.

Diketahui, Muhammad Ja’far Hasibuan adalah ilmuwan dan juara dunia yang memiliki banyak prestasi internasional. Dia dikenal sebagai pemberi pengobatan gratis ke seluruh dunia dan telah meraih berbagai penghargaan, termasuk medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions di China (CSITF), serta penghargaan khusus dari World Invention Intellectual Property Associations.

Atas jasanya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan dukungan dengan membangun klinik gratis di Jalan Sari, Desa Marendal I, Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk mendukung misinya memberikan pengobatan tradisional herbal gratis ke seluruh dunia.

Untuk membiayai operasional kliniknya, Ja’far tidak ragu bekerja sebagai pengemudi ojek di Terminal Amplas Medan ketika tidak ada pasien. Pendapatan dari ojek tersebut disumbangkan untuk mendukung operasional klinik pengobatan gratis yang dikelolanya.(Asen/Red/PI).

Loading