Bea Cukai Palangka Raya Buka Peluang Ekspor UMKM Lewat Pendampingan Gratis

Daerah190 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PALANGKA RAYA)

Pelaku usaha di wilayah kerja Bea Cukai Palangka Raya kini memiliki peluang lebih luas untuk menembus pasar ekspor, meski tanpa harus menunggu volume produksi besar. Melalui layanan pendampingan ekspor gratis, Bea Cukai mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar internasional secara mandiri dan berkelanjutan.

Perwakilan Bea Cukai Palangka Raya, Gustaf, menegaskan seluruh layanan pendampingan ekspor diberikan tanpa pungutan biaya selama dokumen yang diajukan lengkap, jelas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pendampingan ekspor dari Bea Cukai Palangka Raya gratis, tidak ada pungutan biaya apa pun. Sepanjang dokumennya jelas dan sesuai aturan, proses ekspor akan kami dampingi sesuai prosedur,” ujarnya.

Melalui fungsi pelayanan dan asistensi, Bea Cukai Palangka Raya bersama pemerintah daerah secara aktif memberikan pendampingan intensif kepada pelaku usaha, khususnya UMKM dan IKM. Pendampingan tersebut mencakup pengurusan dokumen, pemenuhan persyaratan ekspor, hingga pemahaman prosedur kepabeanan.

Selain itu, dukungan juga diberikan dalam hal akses pembiayaan. UMKM yang memenuhi kriteria tertentu akan diarahkan untuk terhubung dengan lembaga pembiayaan guna meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar internasional. Pemerintah pun mendorong pelaku UMKM agar tidak ragu memulai langkah ekspor.

Bea Cukai Palangka Raya juga menjalankan program Klinik Ekspor, yang dirancang untuk membantu UMKM dan IKM memahami seluruh tahapan ekspor. Program ini meliputi pendampingan pengurusan dokumen ekspor, pemenuhan standar dan regulasi, pemanfaatan fasilitas kepabeanan untuk menekan biaya logistik, hingga bimbingan alur ekspor dari awal sampai akhir.

Hasil pendampingan tersebut mulai terlihat. Sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Palangka Raya berhasil menembus pasar internasional, di antaranya Ali Giyono yang mengekspor ikan betutu ke Malaysia sejak 2023, serta PT Berkah Iwak Barito yang melakukan ekspor perdana ikan betutu ke Malaysia pada Mei 2024 melalui Bandara Tjilik Riwut.

Selain itu, PT Tirta Haring Borneo dan CV Hentom Kurnia Aquarium sukses mengekspor ikan hias asal Palangka Raya ke Singapura. Produk tanaman hias dari Palangka Raya juga berhasil menembus pasar ekspor melalui PT Borneo Aquatic.

Pada Desember 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bea Cukai Palangka Raya turut meluncurkan ekspor perdana berbagai produk unggulan dari sekitar 17 IKM dan UMKM lokal ke Selandia Baru.

Bea Cukai Palangka Raya menegaskan seluruh perusahaan dan UMKM di wilayah kerjanya dapat memanfaatkan layanan pendampingan ekspor ini tanpa biaya. Layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor daerah, khususnya dari sektor UMKM.

Pelaku usaha yang berminat mengikuti program pendampingan ekspor dapat menghubungi langsung Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Palangka Raya atau melalui dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperoleh informasi lebih lanjut. (*)

Loading