Bapas Pangkalan Bun Bangun Ekosistem Lintas Sektor untuk Reintegrasi Klien

Daerah177 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (PANGKALAN BUN)

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun mendorong penguatan reintegrasi sosial melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Ekosistem Lintas Sektor untuk Reintegrasi dan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan” di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah Hensah secara virtual melalui Zoom Meeting. FGD dihadiri Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun Tigor Immanuel Hutabalian beserta jajaran, serta pemangku kepentingan dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga mitra masyarakat.

Sinergi tersebut turut diperkuat dengan keikutsertaan jajaran Bapas Kelas II Sampit dan Bapas Kelas II Muara Teweh yang mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam sambutannya, Hensah menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung proses reintegrasi. Menurutnya, pemulihan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan klien pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama.

“Proses pemulihan Klien Pemasyarakatan tidak dapat dibebankan kepada jajaran Pemasyarakatan semata. Keberhasilan reintegrasi sosial sangat bergantung pada komitmen dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat,” tegas Hensah.

Sementara itu, Tigor Immanuel Hutabalian mengatakan, FGD menjadi wadah untuk menyelaraskan peran antarinstansi dalam mendukung klien pemasyarakatan. Hal tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga optimalisasi peran Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas).

“Langkah kolaboratif ini adalah komitmen Bapas Pangkalan Bun dalam menekan angka pengulangan tindak pidana (residivisme) sekaligus mengikis stigma negatif. Kita ingin memastikan Klien Pemasyarakatan dapat kembali berintegrasi secara mandiri, positif, dan produktif,” ujar Tigor.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Pembahasan mencakup penyiapan ekosistem pemberdayaan, solusi atas berbagai hambatan dalam proses reintegrasi sosial, hingga penyusunan langkah strategis bersama para mitra kerja.

Seluruh rangkaian kegiatan FGD berlangsung tertib, aman, dan lancar. (*)

Loading