Puskesmas Padang Cermin dan KNPI Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Bencana307 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Dampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Krakatau mulai mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pengguna jalan. Selain mengurangi kenyamanan saat berkendara, paparan debu vulkanik juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup.

Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Padang Cermin bersama Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Kecamatan Padang Cermin melakukan aksi sosial dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya untuk meminimalkan risiko paparan abu atau debu vulkanik yang terbawa ke lingkungan permukiman maupun jalur yang dilalui masyarakat.

Ketua PK KNPI Kecamatan Padang Cermin, Iwan Juni Surya, S.E., mengatakan pembagian masker merupakan langkah nyata kepedulian pemuda terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Ini sebagai langkah nyata bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Iwan.

Ia berharap masyarakat dapat lebih waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kondisi udara dipengaruhi debu atau abu vulkanik.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Padang Cermin, Nasrun Jaya, S.K.M., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

“Masyarakat mesti lebih waspada terhadap dampak dari abu vulkanik ini. Karena jika terhirup bisa mengakibatkan ISPA,” kata Nasrun.

Kolaborasi antara Puskesmas Padang Cermin dan PK KNPI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap kondisi saat ini, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah potensi paparan material vulkanik.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta mengambil langkah perlindungan diri sesuai kondisi di lapangan.(Asen/Red/PI).

Loading