Unggahan Facebook Soroti Aktivitas Tambang di Lampung Tengah, Keluhkan Jalan Rusak!

Patra News277 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Lampung Tengah) – Isu mengenai dugaan dampak aktivitas penambangan batu di Kabupaten Lampung Tengah ramai diperbincangkan di media sosial Facebook.

Informasi tersebut berawal dari unggahan akun Facebook atas nama Andres Ramadhan Yusuf pada 24 Februari, yang membagikan poster berisi kritik terhadap aktivitas perusahaan tambang di wilayah tersebut.

Dalam unggahan yang beredar, aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT HB disebut-sebut berdampak pada kerusakan jalan kabupaten dan provinsi yang melintasi sejumlah kecamatan, di antaranya Padang Ratu, Pubian, dan Selagai Lingga.

Poster yang dibagikan di Facebook tersebut menampilkan sejumlah foto kondisi jalan yang berlubang, berlumpur, dan dipenuhi genangan air. Dalam poster itu juga disebutkan kendaraan pengangkut material tambang melintas dengan intensitas tinggi, bahkan disebut mencapai satu kendaraan setiap beberapa menit, sehingga diduga mempercepat kerusakan jalan hingga puluhan kilometer.

Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Berbagai komentar dan kecaman pun menghiasi kolom komentar pada akun tersebut. Sebagian warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk.

Salah satu komentar datang dari akun Facebook bernama Agdiareshan yang menyoroti kondisi jalan di sekitar sekolah.

“Jalan di SMPN 1 Bangun Rejo hancur pada ambles semua sekarang. Kasihan anak sekolah,” tulisnya dalam kolom komentar unggahan tersebut.

Begitu juga dengan komentar dari pemilik akun fb yang lainnya yang juga menanyakan langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda).

Selain persoalan jalan, unggahan tersebut juga menyoroti dugaan dampak lingkungan akibat aktivitas penggalian batu gunung serta mempertanyakan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Meski demikian, informasi yang beredar masih bersumber dari unggahan media sosial dan belum seluruhnya terverifikasi secara resmi. Hingga kini pihak PT HB belum memberikan pernyataan terkait tudingan yang beredar tersebut.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, dalam waktu dekat pihak media berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang disebutkan dalam unggahan tersebut serta mencoba mengkonfirmasi kepada pihak terkait.

Diharapkan pemerintah daerah dapat melakukan peninjauan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, khususnya terkait dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan, agar aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat sekitar.(Asen/Red/PI).

Loading