Akhirnya Management PT. Adaro Indonesia Buka Suara Terkait Kontraktor Angkutan Batu Bara!

Daerah, Patra News2426 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Government Relation PT. Adaro Indonesia, Ketut Kisworo akhirnya buka suara terkait angkutan batu bara yang sempat viral di medsos. Kepada media Online Patraindonesia.com via aplikasi WhatsApp Minggu (22/2/2026) pukul 16 : 16 WIB ia jelaskan siapa perusahaan angkutan batu bara PT Adaro yang menjadi polemik.

Ketut menjelaskan, bahwa perusahaan angkutan batu bara yang melayani PT Adaro hanya satu, yaitu  PT. Sapta Indra Sejati.  “PT Sapta Indra Sejati sebagai satu-satunya perusahaan jasa pengangkutan,” kilahnya.

“Untuk pengangkutan kontrak hanya dilakukan oleh PT. Sapta Indra Sejati sebagai satu-satunya perusahaan jasa pengangkutan,” jelas Ketut.

Sebagaimana diketahui, PT Sapta Indra Sejati atau PT SIS adalah anak perusahaan PT Adaro sendiri.

Ditambahnya lagi untuk kompensasi PT. Adaro Indonesia ke negara dan daerah diberikan sesuai dengan persyaratan peraturan pemerintah pusat dan daerah melalui pajak Royalti sekarang DBH , retribusi, CSR.

“PT. Adaro Indonesia memenuhinya sesuai dengan persyaratan peraturan pemerintah pusat dan daerah melalui pajak Royalti sekarang DBH, retribusi dan CSR,” ujarnya.

Ia juga ungkapkan bahwa sejak awal beroperasi pihaknya mengikuti peraturan pemerintah pusat dan daerah.

Media ini juga menggali informasi terkait adanya Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan pihak PT. Adaro pada Kamis (19/2/2026) yang dihadiri Mantan Bupati Barito Timur periode 2003 – 2013 H. Zain Alkim, Bupati Barito Timur M. Yamin, Ketua DPRD Bartim Nursulitio, Wakil Ketua I DPRD Bartim Mardianto, Hengky A Garu.

Media ini juga bertanya apakah dulu pernah ada pemberian kontrak angkutan batu bara sebagai kompensasi masuk wilayah Bartim? Ia menjawab, “Tidak ada.”

Sementara Hengky A Garu yang disebut-sebut memiliki kontrak pengangkutan batubara dengan PT Adaro oleh media sosial, pihaknya menyangkal keras. “Katuluh hang job site Adaro aku mahi karasa,apa lagi uma saham,” sangkalnya.  Ia mengaku tidak ada job dengan Adaro, apalagi penyertaan saham.

(Mardianto/Red/Pi)

Loading