Gelombang Penolakan Menguat, Warga  Penutupan Total Tambang di Kaki Gunung Slamet

Patra News296 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Banyumas) – Penolakan terhadap aktivitas tambang galian C di Grumbul Blembeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, semakin menguat. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbang Peduli Lingkungan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar lokasi tambang pada Senin (19/1/2026) siang.

Mereka secara tegas menuntut penutupan total seluruh aktivitas penambangan batu dan pasir yang dinilai telah merusak lingkungan serta mengancam keselamatan warga.

Aksi tersebut merupakan akumulasi dari kekecewaan dan keresahan masyarakat yang telah berlangsung cukup lama. Warga menilai keberadaan tambang di kawasan kaki Gunung Slamet itu lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat sekitar.

Dalam orasinya, Sekretaris Aliansi Masyarakat Sumbang Peduli Lingkungan, Fajar Kurniawan, menyampaikan bahwa tuntutan warga kali ini tidak lagi sebatas perbaikan dampak atau pengawasan ketat, melainkan penghentian permanen aktivitas tambang.

 

“Kami menuntut penutupan total. Bukan pembatasan, bukan evaluasi, tapi dihentikan. Kerusakan yang ditimbulkan sudah terlalu parah dan sangat merugikan masyarakat,” tegas Fajar di hadapan massa aksi.

Menurut Fajar, dampak paling nyata dari aktivitas tambang adalah rusaknya infrastruktur jalan, khususnya Jalan Raya Baturraden Timur serta sejumlah ruas jalan desa dan kabupaten yang menjadi jalur utama dump truk pengangkut material tambang. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Berdasarkan data dan pengamatan warga, Fajar menyebutkan bahwa setiap hari terdapat sekitar 50 hingga 70 unit dump truk yang melintas dengan muatan diduga melebihi kapasitas. Truk-truk tersebut kerap melaju dengan kecepatan tinggi dan minim pengawasan, sehingga mempercepat kerusakan jalan.

“Jalan-jalan rusak akibat truk tambang yang bermuatan berlebih dan beroperasi secara ugal-ugalan. Lubang di mana-mana, aspal terkelupas, dan ini sangat membahayakan masyarakat. Kontribusi tambang kepada warga memang ada, tapi tidak sebanding dengan kerusakan infrastruktur, risiko kecelakaan, dan kerugian negara,” ujarnya.

Selain kerusakan jalan, warga juga menyoroti dampak lingkungan lain yang dinilai berpotensi lebih besar dalam jangka panjang, seperti perubahan bentang alam, peningkatan debu, kebisingan, hingga kekhawatiran terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan kaki Gunung Slamet yang selama ini dikenal sebagai wilayah resapan air.

Fajar menegaskan bahwa aliansi warga tidak akan berhenti pada aksi kali ini. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal tuntutan penutupan tambang hingga benar-benar direalisasikan oleh pihak berwenang. Bahkan, aliansi berencana membentuk satuan tugas (satgas) masyarakat guna membantu pengawasan dan penertiban angkutan tambang di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya yang berkaitan dengan angkutan jalan. Dump truk yang melanggar aturan muatan dan lalu lintas harus ditindak tegas. Ini bukan hanya merugikan masyarakat, tapi juga merugikan negara,” tegasnya.

Aliansi Masyarakat Sumbang Peduli Lingkungan terdiri dari berbagai elemen, mulai dari warga Kecamatan Sumbang, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, hingga sejumlah organisasi masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keselamatan publik.

Sebelum menggelar orasi, massa aksi terlebih dahulu melakukan konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka dari beberapa titik menuju lokasi tambang. Aksi tersebut sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan penambangan. Namun demikian, situasi tetap aman dan terkendali berkat pengamanan dari aparat kepolisian yang dibantu oleh personel Dinas Perhubungan.

Hingga aksi berakhir, warga menyatakan akan terus melakukan konsolidasi dan membuka kemungkinan aksi lanjutan apabila tuntutan penutupan tambang tidak mendapat respons serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.(Ikhwanudin/Red/PI).

Loading