Pemilik Berinisial HK dan Kapal MT Manigom Nauli Disebut dalam Aktivitas BBM Ilegal

Nasional588 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Bandar Lampung) – Aktivitas dugaan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar mentah yang mencuat pada 29 Desember 2025 di wilayah perairan Selat Malaka yaitu di Pantai Selaki Panjang, Kabupaten Lampung Selatan terus bergulir.

Menyusul pemberitaan sebelumnya yang menyoroti dugaan lemahnya pengawasan, kini beredar informasi terbaru terkait identitas pemilik dan kapal yang diduga terlibat.

Baca Sebelumnya: https://patraindonesia.com/solar-ilegal-diduga-melintas-bebas-dari-selaki-panjang-peran-ksop-disorot/

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilik usaha pengangkutan BBM tersebut disebut berinisial HK yang kini tengah menjadi sorotan. Sementara itu, kapal yang digunakan dalam aktivitas tersebut diduga bernama Mini Tongkang (MT) Manigom Nauli, Selasa (13/01/2026).

Sumber menyebutkan, kapal tersebut diduga mengangkut BBM jenis solar mentah (cong) tanpa dilengkapi dokumen dan perizinan resmi yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Hingga saat ini, aktivitas pengangkutan tersebut disebut-sebut masih berlangsung dan seolah melintas tanpa hambatan berarti.

Perkembangan informasi juga mengerucut pada salah satu gudang yang berada di jalan Tarahan dan tidak jauh dari Pertamina Panjang untuk transit dari mobil tangki ke Kapal.

Image dari dalam diduga Gudang Transit

Apapun persoalan yang melatarbelakanginya, kegiatan pengangkutan BBM tanpa izin merupakan pelanggaran serius karena berpotensi merugikan negara, menciptakan persaingan usaha tidak sehat, serta menimbulkan risiko keselamatan dan pencemaran lingkungan laut.

Publik pun kembali menyoroti peran dan fungsi otoritas terkait, termasuk instansi pengawasan pelabuhan dan perairan, agar dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan transparan untuk menelusuri dugaan pelanggaran ini, termasuk pemeriksaan terhadap kapal, muatan, serta pihak-pihak yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik kapal maupun instansi berwenang terkait kebenaran informasi tersebut. Redaksi akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna menyajikan pemberitaan yang berimbang dan akurat dengan mencari kontak person yang berinisial HK.(Asen/Red/PI).

Loading