Trump Siap Ambil Alih Venezuela, Transisi Kekuasaan Akan Dilakukan dengan Bijaksana

Internasional284 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM, (Florida) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela hingga proses transisi kekuasaan yang “aman, tepat, dan bijaksana” dapat dilakukan. Hal ini disampaikan Trump dalam konferensi pers di klub pribadinya, Mar-a-Lago, Florida, menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump dalam pernyataannya. “Kami tidak ingin terlibat dengan orang lain yang masuk dan menghadapi situasi yang sama seperti yang kami alami selama bertahun-tahun terakhir. Jadi kami akan menjalankan negara ini.”

Namun, Trump tidak memberikan rincian mengenai durasi keterlibatan AS dalam pemerintahan Venezuela. Ketidakjelasan ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak mengenai arah kebijakan luar negeri AS di kawasan Amerika Latin.

Sementara itu, Trump juga mengunggah sebuah foto yang diklaim sebagai bukti penangkapan Nicolás Maduro. Dalam foto tersebut, Maduro terlihat berada di atas kapal perang USS Iwo Jima, mengenakan setelan olahraga Nike abu-abu, memegang botol air, dengan mata tertutup kain hitam dan telinga tertutup perangkat menyerupai headphone besar.

Tidak tampak keberadaan istri Maduro, Cilia Flores, dalam foto tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS mengenai status Flores. Media Venezuela, El País, melaporkan bahwa pemerintah Venezuela menyebut tindakan AS sebagai “agresi imperialis” dan menyerukan “perlawanan bersenjata” terhadap intervensi tersebut.

Sementara itu, dilansir dari CNN yang melaporkan bahwa Maduro dan istrinya tengah dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait narkoterorisme dan perdagangan senjata. Warga Venezuela dilaporkan turun ke jalan, sebagian merayakan penangkapan tersebut, sementara sebagian lainnya mengecam intervensi militer asing.

Penangkapan Nicolás Maduro terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, pagi waktu setempat di Caracas, Venezuela.

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dilakukan oleh pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, dalam operasi militer bersandi _Southern Spear_ pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026, di kediamannya di Caracas. Operasi berlangsung cepat, dimulai sekitar pukul 03.00 waktu setempat, dan berhasil mengamankan Maduro tanpa perlawanan berarti.

Penangkapan ini menandai eskalasi besar dalam hubungan AS–Venezuela, dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi ketidakstabilan regional. Pemerintah AS belum mengumumkan siapa yang akan memimpin Venezuela selama masa transisi, atau apakah akan ada keterlibatan dari organisasi internasional.

Dengan sorotan dunia kini tertuju pada Caracas dan Washington, masa depan Venezuela berada di titik kritis. Pertanyaan besar yang tersisa: siapa yang akan memimpin Venezuela selanjutnya, dan bagaimana proses transisi kekuasaan akan dijalankan? (Guskur/PI/Red)

 

Loading