Fatham Mubina Dipilih Lewat Musyawarah, BEM PTAI Siapkan Langkah Strategis Dua Tahun ke Depan

Patra News625 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM, (TANGSEL) – Kongres Lanjutan Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM/Dema PTAI) Se-Indonesia menetapkan Fatham Mubina sebagai Koordinator Presidium Nasional untuk periode 2025–2027. Keputusan itu dibacakan pada penutupan kongres yang berlangsung 25–27 November 2025 di Gedung Diklat PGRI, Tangerang Selatan.

Mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mengawal Asta Cita untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa”, forum nasional ini menjadi ruang pertemuan ratusan delegasi dari berbagai kampus PTAI, yang sejak awal menempatkan diskusi isu kebangsaan dan masa depan organisasi sebagai agenda utama.

Forum Dinamis dan Demokratis

Sejak hari pertama, suasana kongres berjalan cukup dinamis. Perwakilan BEM dan Dema dari seluruh Indonesia hadir, ditambah sejumlah pengurus pusat dan tamu undangan yang memberikan pandangan atas tantangan yang dihadapi organisasi mahasiswa keagamaan.

Pembukaan kongres ditandai dengan sambutan pimpinan sidang sekaligus Presidium Nasional demisioner, Cecep Hidayatullah. Ia mengingatkan pentingnya penguatan organisasi, terutama bagi kampus-kampus swasta yang menurutnya tak boleh merasa terpinggirkan.

“Kongres ini bukan hanya agenda konstitusional, melainkan momentum penguatan kapasitas organisasi,” kata Cecep. Ia menekankan bahwa mahasiswa PTAI harus saling menopang untuk menorehkan kontribusi bagi negara. “BEM/DEMA PTAI ini adalah wadah sekaligus jembatan teman-teman untuk berkarya untuk bangsa dan negara, sesuai kapasitas dan keahlian masing-masing.”

Ahmad Shohifin, Presiden Mahasiswa STIT OTISTA Banten selaku tuan rumah, menambahkan pentingnya menjaga marwah organisasi dan memastikan keberlanjutan program melalui inovasi yang berkelanjutan.

Agenda dan Evaluasi

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada laporan pertanggungjawaban, evaluasi program, dan pembahasan rekomendasi. Isu yang mengemuka antara lain:

  • penguatan tata kelola dan digitalisasi administrasi,
  • peningkatan kapasitas anggota,
  • arah kebijakan pendidikan nasional, dan
  • perluasan kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.

Diskusi berlangsung intens, menyoroti kebutuhan organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan ekosistem digital.

Fatham Mubina Terpilih Lewat Musyawarah

Pada hari terakhir, 27 November 2025, forum bersepakat menetapkan sejumlah langkah strategis dan memilih kepemimpinan baru. Melalui musyawarah mufakat, Fatham Mubina Presiden Mahasiswa PTIQ, seorang hafidz Quran dan mahasiswa berprestasi duduk sebagai Koordinator Presidium Nasional.

Keputusan itu diresmikan dalam sidang pleno yang dihadiri para perwakilan wilayah. Setelah penetapan, Fatham menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen memperkuat kiprah organisasi.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai pengawal moral bangsa, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong agenda-agenda strategis untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Keputusan Penting dan Penutupan Kongres

Di antara hasil utama yang diputuskan kongres ialah:

  1. Perluasan jejaring kolaborasi dengan Kementerian Agama, Kemendikbud, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya.
  2. Penyusunan roadmap dua tahun sebagai pedoman kerja nasional.
  3. Rekomendasi untuk memperkuat sinergi mahasiswa dengan pemerintah.

Kongres ditutup dengan penyerahan Pataka dari Koordinator Presidium demisioner, Yayan Efendi, kepada Fatham Mubina. Penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan optimistis, menandai masuknya BEM/Dema PTAI ke fase baru yang lebih profesional dan berdampak.

Dengan rampungnya kongres ini, seluruh peserta berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat segera dijalankan dan membawa kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan Indonesia.

Loading