Ribuan Driver Ojol Bakal Gelar Aksi Demo Besar-besaran di DPR dan Istana

Patra News1753 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Jakarta) – Ribuan driver ojol (ojek online) yang tergabung dalam Asosiasi Garda Indonesia bakal menggelar aksi demo besar-besaran pada Rabu (17/9/2025).

Aksi dijadwalkan berlangsung di beberapa titik strategis ibu kota, yakni depan Kantor Kementerian Perhubungan, Istana Merdeka, dan Gedung DPR RI, dengan tuntutan utama pencopotan Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi.

Menurut Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, aksi itu merupakan respons terhadap kebijakan Kementerian Perhubungan yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan perusahaan penyedia aplikasi ketimbang para pengemudi.

Igun menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk “vendor driven policy” yang, menurutnya, telah merugikan pekerja transportasi daring. Pernyataan itu disampaikan kepada awak Media Selasa (16/9/2025).

Igun menambahkan bahwa momentum Hari Perhubungan Nasional justru dipilih untuk menyuarakan kekecewaan komunitas karena dinilai menandai mundurnya pelayanan dan perlindungan sektor transportasi sejak Dudy menjabat.

“Hari peringatan yang seharusnya merayakan kemajuan justru menjadi kesempatan kami menyorot kemunduran kebijakan di sektor ini,” katanya.

Aksi akan melibatkan gabungan aliansi pengemudi ojek online, komunitas ojol, serta elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan kelompok mahasiswa lainnya. Rangkaian massa diperkirakan bergerak dari Kantor Kemenhub menuju Istana Presiden dan berakhir di DPR RI.

Garda Indonesia merinci tujuh tuntutan yang akan disampaikan dalam demonstrasi, antara lain:

● Memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2026.

● Menetapkan potongan aplikasi maksimal 10% sebagai harga mati.

● Mengatur tarif layanan antar barang dan makanan secara regulatif.

● Melakukan audit investigatif terhadap potongan 5% yang selama ini diambil aplikator.

● Menghapus praktik fitur berbayar seperti Aceng, slot, multi order, dan keanggotaan berbayar lainnya.

● Pencopotan Menteri Perhubungan.
Kapolri diminta mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025.

Menjelang aksi, Asosiasi Garda Indonesia mengimbau warga Jakarta untuk menggunakan moda transportasi alternatif pada hari Rabu, 17 September, karena sebagian besar pengemudi yang berafiliasi diperkirakan akan menonaktifkan aplikasinya secara massal sebagai bentuk solidaritas.

Liputan lebih lanjut diharapkan memantau jalannya demonstrasi dan respons resmi dari Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta pihak aplikator transportasi online.(Erica/Red/PI).

Loading