PATRAINDONESIA.COM (Brebes) – Telah terjadi kerusuhan di Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, pada Rabu malam Kamis (18/6/2025). Kejadian bermula saat berlangsung dua acara secara bersamaan di lokasi yang berdekatan: acara tahlilan di rumah duka milik warga dan acara Maulid Nabi yang diselenggarakan di rumah kontrakan Hasan Al Atas (dikenal juga sebagai Habib dari eks FPI).

Permasalahan muncul ketika jamaah Habib memarkir kendaraan mereka tepat di depan rumah duka. Pihak keluarga yang sedang menggelar tahlilan meminta agar kendaraan tersebut dipindahkan karena menghalangi kegiatan mereka. Permintaan ini ditanggapi secara tidak baik dan terjadi cekcok antara kedua pihak. Situasi memanas hingga diduga terjadi pengeroyokan dan penganiayaan oleh beberapa jamaah terhadap keluarga yang menggelar tahlilan.
Warga yang marah kemudian menggeruduk rumah kontrakan tempat acara Maulid berlangsung. Diawali dengan insiden ini, warga akhirnya menutup markas majelis dzikir tersebut. Warga juga mencopoti berbagai poster dan sepanduk bergambar habib. Diketahui, majelis ini mengontrak rumah warga yang dijadikan sebagai markas untuk tempat kumpul jamaah.
Kapolsek Brebes, AKP Prapto saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa tersebut. Akan tetapi, ungkap Kapolsek, kejadian itu bukan adanya pembubaran pengajian.
Namun dipicu adanya aksi dugaan penganiayaan terhadap salah seorang warga, yang membuat warga sekitar tidak terima.
“Ada permasalahan seperti ini. Kami lakukan mediasi antara korban dan jamaahnya Habib Hasan (Majelis Dzikir Al Anfas Brebes), dan masyarakat tidak menghendaki keributan terulang kembali, sehingga ada kesepakatan tidak akan mengadakan pengajian. Jadi bukan dihentikan. Pihak yang mengadakan pengajian tersebut adalah Majelis Dzikir Al Anfas atau eks FPI,” pungkasnya. (Wawan/Red/PI)
![]()

