Kaula Muda Harus Mampu Meningkatkan dan Mengembangkan Kualitas Individu Secara Positif

Patra News253 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (BUNTOK) – Banyak aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat dilakukan oleh para kaula muda dalam meningkatkan serta mengembangkan kualitas individunya. Dengan cara meningkatkan pengembangan keterampilan melalui minat dan bakat serta terus meningkatkan intelektualitasnya, melalui dunia pendidikan.

Dan, jangan lupa pula senantiasa melakukan pendekatan agama, agar terbentuk individu yang berakhlak baik.

“Dengan cara itu pula, harapannya moralitas kaula muda pun akan terbentuk dengan baik. Dengan dasar itu, dan modal dasar itu, para kaula muda bermental tahan banting serta mudah berinteraksi di sosial masyarakat.” Hal itu disampaikan Anggota DPRD Barsel Yangsi Hartini, SH,. MM., Minggu, (22/09/2024) kepada awak media di Buntok.

Dijelaskan dia, sebelum terjun menghadapi persaingan global, kuncinya adalah mematangkan dulu fondasi dasar, yakni, pengembangan Intellegensi Question (IQ), Emosional Question (EQ), dan Spiritual Question Intellegensi (SQ).

IQ merupakan kemampuan seseorang dalam hal menalar, memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, berpikir, dan merencanakan sesuatu. Sebab IQ merupakan kecerdasan yang digunakan seseorang untuk memecahkan masalah yang melibatkan logika.

“EQ merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mengendalikan, dan menata emosi serta perasaan, baik itu perasaan sendiri maupun perasaan orang lain. Kecerdasan EQ juga bermanfaat memberi kesadaran mengenai rasa empati, cinta, kemampuan memotivasi diri, dan kemampuan untuk menghadapi kesedihan serta kegembiraan secara tepat,” kata politisi PDIP Barsel itu.

Sedangkan SQ, merupakan kecerdasan spiritual atau kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Adapun seseorang yang memiliki ciri kecerdasan SQ, lanjut dia, kemampuan seseorang dalam berkembang dengan baik dan ditandai dengan kemampuan bersikap fleksibel serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.

“Tingkat kecerdasan SQ ini juga dengan ciri seseorang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit perjuangan getirnya hidup,” papar wanita yang akrap disapa Ibu Yangsi itu.

Seseorang yang memiliki kecerdasan SQ juga, lanjut dia lagi, dengan ciri mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi.

“Dan juga seseorang yang memiliki kecerdasan SQ dengan ciri mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya,. Disinilah peran pendekatan agama guna membentuk itu,” kata istri mantan Bupati Barsel Farid Yusran periode 2011-2016.

Tujuan dari kaula muda dalam hal mengasah peningkatan IQ, EQ, dan SQ tersebut, sambung dia, agar bisa berperan aktif di seluruh tahapan proses pembangunan bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara.

Oleh sebab itu, dirinya mengingatkan kaula muda di Barsel, jangan sampai terjerumus ke hal yang bersifat negatif yang bisa menghancurkan masa depan diri sendiri. Seperti, lanjut wanita yang pernah menjabat sebagai Panitera di Pengadilan Negeri Barsel itu, perilaku negatif penyalahgunaan obat terlarang atau Narkoba dan pergaulan bebas.

Menurut dia, tingkah laku generasi muda saat ini, ada dugaan kecenderungan terbilang melewati batas. Di mana usia yang masih sangat muda atau usia masih sekolah, sudah mengenal Narkoba atau penyalahgunaan obat terlarang serta ada kecendrungan berperilaku pergaulan bebas.

“Pengawasan generasi muda itu adalah tanggungjawab kita bersama. Tugas kita semua untuk mengawasi gerak-gerik mereka, supaya tidak bertambah lagi generasi muda yang terjerumus ke hal negatif,” demikian pungkas penutup Yangsi Hartini. (Amar Iswani/Red/PI).

Loading