Pemilik Kandang Ayam Beri Klarifikasi Terkait Keluhan Lalat di Desa Gebang

Patra News327 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Menyusul beredarnya pemberitaan mengenai keluhan warga terkait banyaknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas kandang ayam broiler di Dusun Gebang Induk, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pihak pemilik usaha akhirnya memberikan klarifikasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh pemilik usaha, Amz, bersama kakaknya saat ditemui awak media di rumah Kepala Dusun Gebang Induk pada Selasa (10/3/2026) pukul 10.00 WIB.

Dalam keterangannya, Amz menegaskan bahwa selama ini pengelolaan kandang ayam miliknya telah dilakukan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Ia juga menyatakan terbuka terhadap setiap keluhan masyarakat terkait aktivitas usaha tersebut.

“Jika ada masyarakat yang merasa terganggu atau memiliki keluhan, kami siap menerima dan membicarakannya secara baik-baik di lokasi kandang ayam,” ujar kakak Amz.

Menurutnya, kandang ayam tersebut telah beroperasi kurang lebih selama 15 tahun dan selama itu tidak pernah menimbulkan persoalan yang berarti di tengah masyarakat.

Terkait persoalan lalat, Amz mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Salah satunya dengan menangani kotoran ayam yang berpotensi mengandung telur lalat. Kotoran tersebut dikemas ke dalam karung, serta dilakukan penyemprotan secara rutin di area sekitar kandang.

Amz juga menjelaskan bahwa kandang ayam yang dikelolanya berjumlah dua unit dan berdiri di atas lahan milik pribadi yang dikelola bersama kakaknya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa selama usaha tersebut berjalan, pihaknya juga berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR), terutama saat ada kegiatan atau acara di lingkungan sekitar.

Pihaknya juga membuka peluang kerja sama bagi pihak yang memiliki modal untuk ikut mengembangkan usaha peternakan tersebut. Menurut Amz, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha yang dijalankannya saat ini.

Terpisah, warga yang dekat dengan kadang juga menyampaikan bahwa hari ini sudah berkurang lalat yang berada di pemukiman.

“Saat ini sudah berkurang dan tidak seperti satu Minggu yang lalu,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah warga Dusun Gebang Induk mengeluhkan banyaknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas kandang ayam broiler di sekitar kawasan permukiman. Warga menilai kondisi tersebut mengganggu kenyamanan, terutama saat menggelar kegiatan keluarga atau acara makan bersama.

Baca juga: https://patraindonesia.com/diduga-imbas-aktivitas-kandang-ayam-broiler-warga-desa-gebang-keluhkan-serbuan-lalat/

“Orang yang mendapat keuntungan dari usaha ayam, tapi kami semua yang merasakan dampaknya akibat banyaknya lalat. Kami berharap instansi terkait dapat menanggapi keluhan kami,” ujar salah seorang warga, Senin (9/3/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama di wilayah mereka.

Keluhan warga semakin terasa ketika menggelar kegiatan keluarga seperti hajatan atau acara makan bersama. Kehadiran lalat dinilai mengganggu tamu undangan serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan makanan.

Warga menduga banyaknya lalat berkaitan dengan aktivitas kandang ayam broiler atau ayam ras pedaging yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Limbah dari kegiatan peternakan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab berkembangnya lalat di lingkungan sekitar.(Asen/Red/PI).

Loading