PATRAINDONESIA.COM (Pesawaran) – Hari terakhir Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi enam mahasiswa Universitas Maritim yang ditempatkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berakhir dalam tragedi memilukan.
Tiga mahasiswa tenggelam di Sungai Sabu, Desa Batu Menyan, pada Senin (24/02/2025) sekitar pukul 15.10 WIB. Dua dari mereka ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Kejadian bermula ketika enam mahasiswa yang tengah menjalani KKN di Desa Sidodadi memutuskan untuk pergi ke Sungai Sabu untuk sekadar mandi dan menikmati momen perpisahan. Menurut keterangan salah satu warga setempat, mereka berniat untuk bersenang-senang dan melepas kenangan KKN yang akan segera berakhir. Tidak ada yang menyangka bahwa acara perpisahan tersebut akan berujung pada tragedi yang begitu mengerikan.
Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 13.30 WIB, ketika enam mahasiswa tersebut memutuskan untuk berkunjung ke Sungai Sabu. Cuaca saat itu mulai mendung, namun mereka tetap melanjutkan rencana mereka.
Empat mahasiswa yang sedang mandi di sungai mulai merasakan adanya perubahan mendalam pada kondisi air. Tiba-tiba, aliran sungai yang semula tenang mulai membesar dengan cepat.
Kondisi ini diduga dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur daerah pegunungan di hulu sungai. Perubahan arus yang begitu cepat membuat empat mahasiswa yang berada di dalam air terhanyut. Dua mahasiswa, Angga dan Riki, tidak dapat diselamatkan setelah terhanyut, sementara satu mahasiswa lainnya, Dedi, masih belum ditemukan hingga saat ini.
Tiga mahasiswa yang selamat segera melakukan pertolongan, namun upaya mereka untuk menyelamatkan teman-temannya tak membuahkan hasil. Angga dan Riki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sementara Dedi terhanyut dan masih dalam pencarian.
Pemerintah Desa Sidodadi segera merespons kejadian ini dengan melibatkan tim SAR dari berbagai pihak. Pencarian dilakukan untuk menemukan Dedi, namun hingga berita ini diturunkan, mahasiswa tersebut belum berhasil ditemukan.
Masyarakat desa Sidodadi dan pemerintah desa mengungkapkan rasa duka mendalam atas tragedi tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan tim SAR untuk mempercepat proses pencarian.
“Ini adalah tragedi yang sangat mengejutkan. Kami bersama pihak berwenang berupaya keras untuk mencari Dedi, dan kami berharap keluarga korban diberi ketabahan. Pemerintah desa siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan,” ujar Mugi salah satu perangkat desa dengan wajah tegang.
Keluarga dan teman-teman mahasiswa yang selamat tidak dapat menyembunyikan kesedihan mereka. Kejadian tersebut datang begitu mendalam dan mengubah suasana hari terakhir KKN yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan menjadi kenangan kelam.
Angga dan Riki, yang ditemukan meninggal, adalah dua mahasiswa yang sangat aktif dalam kegiatan KKN di Desa Sidodadi dan dikenal memiliki semangat tinggi dalam membantu masyarakat.
“Angga adalah teman yang baik, dia selalu ceria dan siap membantu. Kami semua sangat kehilangan,” ungkap Ari salah satu warga desa Sidodadi yang ikut dengan ke enam Mahasiswa di Sungai Sabu.
Hingga malam hari, tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Pesawaran, Yonif 9 Marinir serta relawan setempat, masih terus melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Sabu.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan saat berada di alam terbuka, terutama di sungai atau tempat dengan arus yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Perpisahan yang seharusnya menjadi kenangan indah berakhir dengan kesedihan yang mendalam. Tragedi ini tidak hanya mengubah kehidupan keluarga dan teman-teman mahasiswa yang terlibat, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi kita semua tentang betapa rapuhnya hidup dan pentingnya menjaga keselamatan dalam setiap langkah.
Kami berharap Dedi dapat segera ditemukan dan keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini. Pihak berwenang akan terus berusaha untuk mengungkap kejadian ini dan memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.(Asen/Red/PI).
![]()


1 komentar
Komentar ditutup.