PATRAINDONESIA.COM (KUALA KAPUAS)
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas terus melakukan pembenahan layanan publik melalui pendekatan pelayanan prima yang humanis, transparan, dan berlandaskan keamanan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan terpenuhan hak warga binaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Daniel Kristianto, mengatakan bahwa peningkatan kualitas layanan diawali dengan penataan sistem dan prosedur pelayanan yang jelas.
“Seluruh alur layanan kami standarkan melalui SOP, mulai dari penerimaan tahanan baru, layanan kunjungan, hingga penitipan barang. Ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang bersih dan bebas pungli,” ujarnya.
Selain penataan prosedur, Rutan Kapuas juga fokus pada peningkatan kompetensi petugas. Petugas pelayanan diberikan pelatihan berkala, termasuk melalui studi banding ke instansi yang telah menerapkan pelayanan publik yang baik.
“Petugas garda terdepan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, responsif, dan solutif. Pelayanan yang ramah akan menciptakan suasana yang lebih kondusif,” tambah Daniel.
Dari sisi fasilitas, Rutan Kapuas melakukan perbaikan ruang tunggu pendaftaran serta menyediakan sarana yang ramah bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pelayanan yang inklusif dan mudah diakses.
Pada tahun 2025, Rutan Kapuas juga melaksanakan program unggulan Layanan Kunjungan Khusus Anak Warga Binaan. Program yang digelar pada 30 November 2025 tersebut bertujuan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
“Kami ingin warga binaan tetap berperan dalam tumbuh kembang anaknya. Program ini akan kami jadikan agenda rutin setiap tahun,” kata Daniel.
Dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026, Rutan Kapuas menaruh perhatian besar pada pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di dalam rutan. Sepanjang 2025, petugas berhasil menggagalkan empat upaya penyelundupan narkoba, salah satunya pada 31 Desember 2025.
“Pengawasan kami perketat, terutama pada layanan kunjungan. Keamanan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Rutan Kapuas juga aktif mendukung program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Dengan memanfaatkan lahan padi seluas 30.000 meter persegi dan lahan jagung 20.000 meter persegi, hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga mendukung program Food Estate di Kalimantan Tengah.
Seiring perkembangan teknologi, digitalisasi layanan turut diterapkan, seperti pendaftaran kunjungan online dan layanan komunikasi khusus bagi warga binaan. Meski masih menghadapi kendala jaringan dan literasi digital masyarakat, petugas memberikan pendampingan langsung di ruang pelayanan.
“Kami tidak ingin masyarakat kesulitan. Petugas siap membantu agar layanan digital benar-benar bermanfaat,” jelas Daniel.
Pemenuhan hak dasar warga binaan tetap menjadi prioritas, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, penyediaan makanan bergizi, hingga pengelolaan hunian yang memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara. Semua peningkatan layanan tersebut dibarengi dengan penguatan sistem pengamanan.
Ke depan, Rutan Kapuas menargetkan terwujudnya budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.
“Pelayanan prima dan keamanan adalah satu kesatuan. Dengan inovasi yang berkelanjutan, kami optimistis Rutan Kapuas semakin dipercaya oleh masyarakat,” pungkas Daniel Kristianto. (*)
![]()

