Pledoi Ali Akbar Muhammad: Partai Buruh Harus Kembali Milik Kaum Buruh dan Rakyat

Patra Daerah189 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM– MALUKU UTARA- Ali Akbar Muhammad, kader Partai Buruh Maluku Utara, mengungkapkan pledoi tegas terhadap pimpinan partainya, menegaskan bahwa Partai Buruh harus kembali menjadi milik semua kaum buruh dan rakyat miskin, bukan terkooptasi oleh segelintir elit.

Sejak awal dideklarasikan oleh 11 organisasi buruh dan rakyat, Partai Buruh dihadapkan pada serangkaian kekalahan dalam era reformasi.

Meskipun demikian, semangat perlawanan dari serikat buruh, serikat tani, dan berbagai organisasi rakyat terus menguat, meskipun pengaruhnya terhadap kebijakan politik masih minim.

Keputusan untuk menghidupkan kembali Partai Buruh, diputuskan secara demokratis oleh organisasi buruh seperti KPBI, KSPI, KSPSI, dan Serikat Petani Indonesia, menjadi simbol konsolidasi politik bagi kaum buruh dan rakyat.

Evaluasi bersama menunjukkan bahwa perjuangan ekonomisme tidak cukup untuk mewujudkan kemenangan yang signifikan bagi mereka, namun antusiasme terhadap Partai Buruh tetap tinggi.

Dalam Pemilu 2024, Partai Buruh berhasil mencatatkan namanya sebagai partai peserta meskipun hanya memperoleh 0,64% suara.

Partai ini memainkan peran penting sebagai alternatif politik di tengah dominasi partai-partai besar yang telah lama berkuasa.

Di tingkat lokal, Partai Buruh juga berhasil meraih dukungan yang signifikan dari berbagai kabupaten, kota, dan provinsi di Maluku Utara.

Hal ini menunjukkan bahwa harapan besar masih tersemat pada Partai Buruh untuk terus berkembang dalam pertarungan politik di masa mendatang, termasuk pada Pilkada yang sedang mendekat.

Ali Akbar Muhammad menekankan perlunya keterlibatan aktif Partai Buruh dalam Pilkada, meskipun hanya meraih kursi terbatas.

Strategi konsolidasi dukungan menjadi kunci, sementara intervensi politik harus dilakukan secara demokratis, tanpa melibatkan keputusan sekelompok elit tanpa konsultasi yang memadai dengan basis partai dan konstituen.

Pledoi ini juga mengkritisi praktik birokratisme dalam internal Partai Buruh, khususnya terkait dengan mendukung salah satu Calon Kepala Daerah tanpa melibatkan proses Tim Penjaringan yang direkomendasikan.

Ali Akbar menegaskan bahwa demokrasi internal harus dijunjung tinggi sebagai pondasi utama bagi keberlanjutan dan integritas Partai Buruh.

“Dengan mengintervensi Pilkada secara bijak, Partai Buruh bisa memperkuat struktur dan popularitasnya, serta menguntungkan kaum buruh dengan peningkatan upah dan kebijakan pro-rakyat lainnya,”  pungkasnya.

Reporter.          : Aslan

Editor.               : Asen

 

Loading