PATRAINDONESIA.COM (Tamiang Layang) – Menakjubkan ternyata pangan lokal alami tanpa ditanam merupakan warisan ketahanan pangan dari nenek moyang suku Dayak.
Dalam diskusi ringan Komunitas Justice Peace Integrity Creation (JPIC) Kalimantan wilayah Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Jumat (23/1/2026) di Desa Matarah adakan pameran tumbuhan hutan sebagai pangan lokal.

Pada pertemuan tersebut masing – masing Komunitas memberikan paparan terkait bentuk dan jenis tumbuhan alami tanpa tanam sebagai pangan lokal sejak nenek moyang Dayak yang bisa dikonsumsi.
Ketua Komunitas Justice Peace Integrity Creation Desa Janah Jari Kecamatan Awang Markus memaparkan ada beberapa bentuk dan jenis tumbuhan alami tanpa tanam sebagai pangan lokal diantaranya umbut hutan seperti riwa (Sikolo) umbut nange, umbut raanan, rebung (bambu yang baru tumbuh) kacang hutan (pararau) pohon pisang, rarut dan lain – lain.
” Apa yang disajikan pada pameran pangan lokal hari ini semua berasal dari tumbuhan hutan yang sejak nenek moyang sudah ada dan tentunya ini layak dikonsumsi manusia, dan saya sebagai petani akan terus menjaga dan mempertahankannya ” ujar Markus dihadapan Tim Justice Peace Integrity Creation (JPIC) dan dua orang bule dari Amerika.
Sementara Komunitas dari Desa Bamban, Kecamatan Banua Lima juga menyajikan pangan lokal seperti umbi hutan jenis waman dan rarut.
Mr. Markus dan Mr. Jefri melalui juru bahasanya usai makan siang dan menikmati pangan lokal yang disuguhkan oleh Komunitas Justice Peace Integrity Creation mengapresiasi atas kegiatan pameran pangan lokal , dan kami sudah menikmatinya bersama – sama dengan senang. Kami selaku mitra lembaga Justice Peace Integrity Creation akan terus mendukung dan mendorong atas kedaulatan pangan lokal ditingkat nasional bahkan internasional.
” Kami tadi sudah ikut menikmati pangan lokal yang disajikan oleh Komunitas Justice Peace Integrity Creation Kalimantan wilayah Kabupaten Barito Timur, kami sangat senang dan kami juga mendukung dan mendorong adanya pengakuan kedaulatan pangan lokal ditingkat nasional bahkan internasional ” ucap juru bicara (Mardianto/Red/Pi)
![]()

