Ocean Nusantara Grup Hadirkan Dua Anak Usaha untuk Perkuat Ekosistem Pelabuhan Tanjung Carat

Ekonomi385 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM – PALEMBANG – Ocean Nusantara Grup (ONG) melanjutkan ekspansi bisnisnya di sektor kepelabuhanan Sumatera Selatan dengan membentuk dua anak perusahaan baru yang berfokus pada layanan keagenan kapal dan logistik. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan tersebut resmi beroperasi sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) melalui PT Ocean Nusantara Bahari.

Dua entitas yang dibentuk adalah PT Tanjung Carat Bahari dan PT Tanjung Carat Logistik. Keduanya diarahkan untuk menopang aktivitas di kawasan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang tengah dikembangkan sebagai kawasan perdagangan internasional.

PT Tanjung Carat Bahari akan menjalankan fungsi keagenan kapal, termasuk pelaporan kedatangan dan keberangkatan kapal kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta pengurusan dokumen kapal kepada otoritas pelabuhan dan instansi terkait. Perusahaan ini juga menangani kebutuhan operasional kapal, mulai dari jasa kepelabuhanan, penunjukan perusahaan bongkar muat, hingga penyediaan bahan bakar, air tawar, dan logistik kapal.

Selain itu, perusahaan ini mengelola aspek komersial seperti pemungutan uang tambang (freight), pencarian muatan (canvassing), penerbitan konosemen (bill of lading), serta penyelesaian tagihan kapal.

Adapun PT Tanjung Carat Logistik berfokus pada layanan bongkar muat, pengelolaan pergudangan, dan depo kontainer. Perusahaan ini juga menyediakan layanan logistik terintegrasi, termasuk pemesanan ruang muat kapal, penyewaan kontainer (NVOCC), serta pengaturan pengiriman multimoda.

Dalam operasionalnya, perusahaan logistik ini mencakup kegiatan pengemasan, pelabelan, konsolidasi muatan, hingga penyimpanan sementara. Sistem pelacakan kargo secara real-time juga menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan kepada pengguna jasa.

CEO Ocean Nusantara Grup, Charma Afrianto, mengatakan pembentukan dua anak perusahaan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan Tanjung Carat.

“Proyek Tanjung Carat ini sudah lebih dari lima dekade dicita-citakan, dan baru di masa kepemimpinan Gubernur Herman Deru ini realisasi pembangunan kawasan tersebut mendapat progres,” ujar Charma.

Ia menilai kehadiran dua entitas tersebut dapat menarik minat investor dari berbagai sektor untuk mengembangkan Tanjung Carat sebagai pelabuhan modern berbasis digital dan ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari proses korporasi, kedua perusahaan tersebut telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan melibatkan sejumlah pemegang saham, antara lain Charma Afrianto, Gerry Iskandar, Muhamad Arsy, Zainal Burlian, Sukma Hidayat, Andini Agustina, Eka Syahrudin, M Iqbal Marsyal, dan Rangga Edi Oktano.

Dalam susunan manajemen, PT Tanjung Carat Bahari menempatkan Charma Afrianto sebagai direktur, Gerry Iskandar sebagai direktur operasional, dan Muhamad Arsy sebagai komisaris utama. Sementara itu, PT Tanjung Carat Logistik dipimpin oleh M Haikal Al-Haffafah sebagai direktur utama, didampingi Sukma Hidayat sebagai direktur logistik dan Andini Agustina sebagai komisaris.

Langkah ini menandai upaya Ocean Nusantara Grup memperkuat perannya dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan dan logistik di kawasan Tanjung Carat.

Loading