Munas VII IKA PMII Ricuh, Ketum Tunda Sidang Demi Hindari Perpecahan

Nasional, Organisasi1541 Dilihat

PATRAINDONESIA.COM-JAKARTA-Musyawarah Nasional (Munas) VII Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang seharusnya berlangsung pada Sabtu (22/2/2025) terpaksa ditunda.

Penundaan ini diputuskan menyusul ketegangan yang terjadi selama rapat berlangsung. Ketua Umum IKA PMII, Ahmad Muqowam, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga soliditas organisasi dan menghindari potensi perpecahan di internal.

BACA JUGA : Ketum Senat Mahasiswa Apresiasi Kinerja Wakil Dekan lll FUF UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Muqowam menjelaskan bahwa suasana rapat memanas setelah terjadi ketidaksesuaian terkait penunjukan pimpinan sidang.

“Ketika saya masuk ke ruangan, saya melihat pimpinan sidang yang memimpin bukanlah yang sebelumnya disepakati dalam rapat pleno pagi tadi. Ini merupakan buntut dari perdebatan panjang mengenai tata tertib pemilihan,” ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (23/2/2025) dini hari.

Suasana Munas IKA PMII saat terjadi kericuhan, Sabtu (21/02) dini hari di Jakarta. (Foto:PATRA/Irfan)

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan panitia dan peserta, sehingga muncul desakan untuk menghentikan sementara jalannya Munas. Muqowam menyebut bahwa keputusan ini bukan sepihak, melainkan hasil musyawarah bersama.

“Ketua Panitia, Ketua Steering Committee (SC), dan Ketua Sidang menyampaikan laporan bahwa situasi tidak kondusif. Mereka merekomendasikan agar sidang ditunda demi menjaga ketertiban dan menghindari konflik lebih lanjut,” paparnya.

Lebih lanjut, Muqowam mengajak seluruh peserta Munas VII IKA PMII untuk memanfaatkan waktu jeda ini dengan bijak. Ia berharap para anggota dapat menenangkan diri, melakukan konsolidasi, dan kembali dengan semangat persatuan saat rapat dilanjutkan.

BACA JUGA : Di Hadapan BEM PTNU se-Nusantara, Bahlil Dorong Mahasiswa untuk Jadi Pengusaha

“Ini momen untuk refleksi. Mari kita ingat bahwa tujuan kita di sini adalah memperkuat kebersamaan. Rumah kita satu, mari kita jaga bersama,” katanya dengan nada penuh harap.

Muqowam juga menekankan bahwa pemilihan pengurus baru harus dilaksanakan secara bermartabat, transparan, dan sesuai prinsip organisasi.

“Penundaan ini demi kebaikan bersama. Jika dipaksakan dalam kondisi yang tidak kondusif, bisa saja kita melihat munculnya tiga versi IKA PMII. Itu yang harus kita hindari,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berakar dari gerakan mahasiswa Islam, Muqowam mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kealumnian, semangat kemahasiswaan, dan prinsip pergerakan yang berlandaskan etika.

“Kita ini adalah bagian dari sejarah pergerakan mahasiswa Islam. Jika Munas VII ini tidak berjalan dengan baik dan melanggar etika, tentu kita semua akan merasa malu,” pungkasnya.

Muqowam berharap Munas VII IKA PMII dijadwalkan akan dilanjutkan pada Minggu (23/2/2025), dengan harapan proses pemilihan pengurus dapat berjalan lancar, demokratis, dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama.

Loading