LKN Kecam Menteri UMKM soal Ojol: “Kalau Tak Suka, Pindah Aplikasi” Bukan Solusi!

PATRAINDONESIA.COM- JAKARTA – Pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Maman Abdurrahman, yang menyarankan para pengemudi ojek online (ojol) untuk berpindah ke aplikasi lain jika tidak puas dengan sistem yang ada, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Lintas Koordinasi Nusantara (LKN), yang menyebut pernyataan itu menyakiti hati rakyat kecil.

“Seorang menteri seharusnya hadir sebagai pembela rakyat kecil, bukan justru seolah berpihak kepada kepentingan korporasi. Ucapan seperti itu sangat tidak pantas,” ujar pendiri LKN, Andri RM, dalam keterangannya, Senin, 27 Mei 2025.

BACA JUGA :

Ketika Menteri Bicara “Pindah Platform Saja”, Ojol Bertanya: Di Mana Negara?

Menurut Andri, pernyataan tersebut menunjukkan ketidakpekaan terhadap realitas hidup para pekerja lapangan, khususnya pengemudi ojol yang selama ini berjibaku di jalan demi penghasilan harian.

Ia menilai pernyataan sang menteri jauh dari semangat keadilan sosial yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila.

“Jika hanya menuntut pendapatan bersih Rp10 ribu untuk jarak 4 kilometer, itu bukan tuntutan berlebihan.

Pemerintah tinggal bertindak tegas mengatur skema tarif yang adil, bukan melempar tanggung jawab ke rakyat dengan menyuruh pindah aplikasi,” ucapnya.

BACA JUGA : 

FDTOI Ultimatum Pemerintah Soal Nasib Ojol, Siap Gelar Aksi Nasional 20 Mei

LKN juga menyesalkan bahwa pernyataan Maman justru memperkuat dugaan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan oligarki digital.

“Kalimat seperti itu mencerminkan bahwa negara ini mulai meninggalkan roh Pancasila sebagai dasar negara. Jangan sampai pejabat publik melukai martabat konstitusi,” kata Andri.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara satu ideologi yang mengabaikan suara masyarakat.

“Kalau pejabat negara terus berkata seperti itu, lalu apa gunanya Pancasila? Sekalian saja coret dan ganti dengan palu arit,” sindir Andri.

LKN mendesak Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk meminta maaf secara terbuka kepada para pengemudi ojol serta merevisi pendekatannya dalam merespons isu-isu yang melibatkan rakyat kecil.

Loading