PATRAINDONESIA. COM (Jakarta) — Kisah ini menceritakan tentang perjuangan seorang yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol). Yang, setiap hari dari pagi hingga malam ..dari malam hingga pagi…
Demikian digambarkan oleh
Erika Prananda Purba, seorang pendamping ojol.
“Kami bekerja sebagai mitra bukan karyawan. Pekerjaan yang kami lakukan bagaimana kerja keras kami di luar rumah. Jika rajin kami dapat banyak rejeki dan jika tak beruntung kami hanya dapat sedikit. Tapi kami sangat mensyukuri dan mencintai pekerjaan ini…”
“Segala kendala..hujan panas kami terjang..belum lagi trauble di kendaraan yang kami pakai…”
“Lain dari itu, jika ada costumer kami yg komplain. Bukan sedikit kami mengalami hal yang membuat kami kecewa.Padahal kami sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik..”
“Kami pun para pejuang keluarga mempunyai banyak teman yang sangat solid dan saling mensupport..Jika ada teman kami yang sakit, seperti kecelakan di jalan atau yang meninggal dunia..
“Kami siap membantu..kami siap menolong tanpa kami berharap apapun..kami ikhlas melakukannya..karena kami semua sama..”
“Sama-sama berjuang demi keluarga di rumah..dan teman-teman adalah keluarga kami saat di luar rumah.”
Hargailah pekerjaan kami ini.Jangan anggap remeh atau merendahkan…. Kita semua sama. Tak ada pekerjaan yg hina. Selagi itu halal dan tidak melenceng dari norma agama..”
“Mari kita sama-sama saling menghargai. Dan .menghormati apa pun yang kita lakukan..semua demi satu kata “KELUARGA !!”
(Erika/red/PI)
![]()

Justru saya malah salut buat para ojol khususnya ojol girl diantaranya mba Erika PP.
Dengan adanya kalian pekerjaan dan urusan kami jadi mudah dan terbantu. Semangat buat Ojol. Jgn lupa terapkan prokes . Lanjutkan aktifitas kalian.
Sangat sangat setuju status tdk harus dilihat dari profesi