oleh

KH Kholid Mansyur:  Jika Meninggalkan Aspirasi Umat Islam PPP Bisa Kualat.!! 

-Patra News-534 Dilihat

KH. Kholid Mansyur, Ketua Majelis Pakar DPC PPP Kota Tangerang

 

PATRAINDONESIA.COM (Tangerang) – Pada hari ke-3 Iedul Adha di Kediaman KH. Kholid Mansyur, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Banten. Minggu (8/6/2025) KH. Kholid Mansyur, Ketua Majelis Pakar DPC PPP Kota Tangerang menerima Agus Kurnia, wartawan  patraindonesia.com

Ia menyampaikan pandangan tajam dan penuh semangat tentang arah masa depan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang Muktamar Oktober 2025.

“PPP akan kualat kalau tidak membawa aspirasi umat Islam,” tegas KH. Kholid membuka perbincangan.

Menurutnya, PPP harus kembali ke akar perjuangannya sebagai partai yang lahir dari rahim umat Islam. Ia menekankan pentingnya memilih Ketua Umum yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki keberanian moral dan spiritual.

“Ketua Umum PPP ke depan, baik dari internal maupun eksternal, harus punya nyali. Bukan hanya duduk di balik meja, tapi juga turun ke bawah, menyapa rakyat, menyuarakan kepentingan umat.” ujar Kyai Kholid.

KH. Kholid juga menyoroti gaya kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang menurutnya patut dijadikan teladan:

“KDM itu contoh nyata pemimpin yang dekat dengan rakyat. PPP butuh figur seperti itu yang tidak elitis, tapi membumi.”

Dalam isu pemberantasan korupsi, KH. Kholid menyatakan dukungannya terhadap Undang-Undang Perampasan Aset dan penguatan peran KPK. Ia merujuk pada UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU No. 19 Tahun 2019 tentang KPK.

“Koruptor itu bukan hanya merugikan negara, tapi juga mengkhianati amanah rakyat. Kalau perlu, potong tangannya. Itu lebih manusiawi daripada hukuman mati seperti di Cina.”

Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Mā’idah ayat 38:

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai pembalasan atas apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.”

Serta sebuah hadits Nabi Muhammad SAW:

“Tangan pencuri dipotong jika mencuri barang senilai seperempat dinar atau lebih.”_ (HR. Bukhari dan Muslim).

“Bahkan Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan contoh terhadap putrinya Sayidina Fatimah, apabila putrinya mencuri maka tidak segan-segan beliau akan memotong tanganny,” ujar Kyai Kholid.

Sebagai tokoh senior, KH. Kholid memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik. Pasca Reformasi 1998, ia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tangerang selama empat periode, aktif di Komisi B dan D, dan dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

“Saya ini bukan siapa-siapa, tapi saya tahu betul bahwa PPP tidak boleh kehilangan arah. Kalau PPP ingin besar lagi, maka harus kembali menjadi suara umat Islam.”

Dengan ketegasan dan kejujuran yang khas, KH. Kholid Mansyur mengingatkan bahwa masa depan PPP bergantung pada keberanian untuk berubah dan kembali kepada nilai-nilai perjuangan Islam yang hakiki.

(Guskur/Red/PI)

Loading